Antisipasi Libur Nataru, Novita Wijayanti : Semua Harus Siap

Anggota Komisi V DPR RI, Novita Wijayanti

SURABAYA, koranpelita.co – Anggota Komisi V DPR RI, Novita Wijayanti meminta pengelola jalan tol untuk mengantisipasi lonjakan arus kendaraan selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Dikarenakan tingginya angka kecelakaan di ruas jalan tol dalam beberapa bulan terakhir, termasuk kecelakaan beruntun di ruas Cipularang yang menjadi perhatian publik. Novita optimistis bahwa target zero accident dapat dicapai dengan upaya yang terencana dan terukur.

“Dari tahun ke tahun, kita sudah memiliki pengalaman. Jadi, kesalahan di tahun sebelumnya harus diperbaiki sekarang, sehingga target zero accident bisa tercapai,” ujar Novita Politisi Partai Gerindra ini di Surabaya, Jawa Timur.

BACA JUGABareskrim Serahkan Tersangka Panji Gumilang ke Kejari Indramayu

BACA JUGA:  TK Kemala Bhayangkari 25 Tegal Resmi Miliki Gedung Kelas Baru

Ia menekankan pentingnya peran semua pihak, termasuk Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), Jasa Marga, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), serta Kementerian Perhubungan, dalam menciptakan lalu lintas yang aman selama musim liburan.

“Kita meminta pihak pengelola jalan tol untuk mengambil langkah antisipasi. Salah satunya adalah memastikan rambu penanda pengerjaan proyek ditempatkan pada jarak yang cukup jauh dari lokasi perbaikan, sehingga pengendara dapat lebih siaga. Kami juga meminta agar perbaikan jalan tol maupun jalan alternatif diselesaikan sebelum libur Nataru,” tegas Novita.

Selain itu, Novita mengusulkan penyediaan bengkel portabel yang siaga untuk membantu kendaraan yang bermasalah di jalan tol. Ia juga menekankan pentingnya pemeriksaan kelayakan kendaraan, khususnya armada transportasi umum, sebelum digunakan. Fakta bahwa beberapa kecelakaan lalu lintas terjadi akibat kendaraan yang tidak layak pakai, sehingga membahayakan pengguna jalan lainnya.

BACA JUGA:  Dirdalops: Pentingnya Respon Cepat Terhadap Setiap Lapdu Korupsi

“Pengecekan kendaraan ini sangat penting. Jangan sampai ada armada yang tidak layak jalan, seperti rem yang tidak berfungsi, lolos dari pemeriksaan. Ini menyangkut keselamatan banyak orang. Keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas utama,” katanya. Red .