Pengungsi Erupsi Gunung Ibu Meningkat, BNPB Pastikan Ketersediaan Berbagai Fasilitas Untuk Warga

Deputi Bidang Sistem dan Strategi Raditya Jati (kiri) bersama Dandim 1501/Ternate meninjau proses dapur umum warga dan TNI di Keb. Halmahera Barat, Malut, Senin (20/1). (Dok Foto : Hms BNPB)

KORANPELITA.CO – Deputi Bidang Sistem dan Strategi BNPB, Raditya Jati, perwakilan BNPB yang ditugaskan dalam rangka pendampingan penanganan erupsi Gunung Ibu di Halmahera Barat, Maluku Utara, melanjutkan penugasan dengan berkeliling ke sejumlah titik untuk memastikan pelayanan bagi para masyarakat yang mengungsi terpenuhi dengan baik.

Hari Senin (20/1/2025) dirinya bersama tim BNPB didampingi Dandim 1501/Ternate meninjau lokasi dapur umum yang dikelola oleh prajurit TNI.

“Kami bersama Pak Dandim memastikan bahwa setiap hari pengungsi mendapatkan makanan yang bergizi dengan menu-menu yang dipastikan masyarakat bisa menikmati makanan tersebut secara sehat dalam masa pengungsian ini,” kata Raditya.

“Tidak ada makanan instan, disini makanan yang disiapkan di dapur umum dimasak setiap hari fresh dan disiapkan 1.500 porsi untuk pengungsi dan tim pendukung lainnya,” lanjutnya.

BACA JUGA:  Jaksa Agung ST Burhanuddin akan Lantik 14 Kajati Baru pada Rabu

Sampai hari ini telah terdapat dua dapur umum, yaitu milik TNI dan milik Kementerian Sosial melalui Tagana. Dengan semakin banyaknya pengungsi, diputuskan untuk pembagian jadwal memasak dan pendistribusian.

“Jadwal yang ditetapkan pagi dari tim Kemensos Tagana. Makan siang dan malam dari Dapur TNI, bahan disiapkan oleh BPBD. Jadi ada kesempatan belanja dan memasak makanan yang jelas-jelas bergizi agar warga masyarakat selalu sehat,” tuturnya.

Raditya ditemani Dandim juga berkesempatan meninjau ketersediaan logistik di Gudang sementara yang menyimpan persediaan BPBD Kabupaten Halmahera Barat.

Hasil dari tinjauan itu, dapat dipastikan selama seminggu ke depan stok tersedia di gudang tersebut. Jika pun berkurang, dapat mengambil di Gudang yang ada di Kantor BPBD Kab. Halmahera Barat.

BACA JUGA:  Pelantikan PC PMII Demak Berlangsung Meriah, Dirangkai Halal Bihalal dan Harlah ke-66

Selanjutnya, tinjauan menyasar pada pos pengungsian. Ini dilakukan untuk memastikan bahwa fasilitas penunjang bagi pengungsi sudah terlaksana, seperti pelayanan kesehatan dan juga ketersediaan guru yang bertugas untuk mengajar bagi anak-anak yang mengungsi.

“Pelayanan kesehatan dari dokter dan tenaga kesehatan di setiap titik pos pengungsian ada,” pungkasnya. (red1)

 

 

Redaktur 1
Latest posts by Redaktur 1 (see all)
BACA JUGA:  Wagub Banten Ajak Keluarga Minang di Banten Perkuat Dukungan Pembangunan Daerah