Gabai : Sibuk Sendiri Dengan Android Tak Peduli Sekitar

Roy Suryo.

KORANPELITA.CO – Pemerhati multimedia dan telematika KRMT Roy Suryo mengusulkan istilah ‘gabai’ bagi mereka yang sibuk dengan handphone (hp) sehingga abai dengan lingkungan sekitar.

Dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (12/9/2023), mantan Menpora RI itu menjelaskan asal-usul idenya itu dari istilah phubbing yang berasal dari kata ‘phone’ dan ‘snubbing’ yang dipopulerkan oleh Alex Haigh, seorang Australia.

Istilah snubbing itu muncul dari penelitian yang menemukan fakta bahwa tak sedikit orang yang karena gadget kerap mengabaikan interaksi sesama dalam masyarakat dan keluarga.

“Itu sebelas tahun silam, tepatnya pada bulan Mei 2012 para ahli bahasa, sosiolog, dan budayawan berkumpul di Sidney University. Hasil pertemuan tersebut melahirkan satu kata baru dalam tata bahasa Inggris. Kata tersebut adalah phubbing, yaitu sebuah tindakan seseorang yg sibuk sendiri dengan HP atau gawai dan sering disebut juga gadget di tangannya dia abai lingkungan sehingga ia tidak perhatian lagi kepada orang yg berada di dekatnya,” Roy menceritakan.

BACA JUGA:  Serahkan 57 Sapi Kurban, Jaksa Agung: Hari Raya Idul Adha Momentum Istimewa Sarat Nilai Pengorbanan

Namun, lanjut Roy, karena kita disarankan menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar, maka harus ada padanan yang tepat untuk bahasa Indonesia. “Saya sarankan mulai sekarang gunakan istilah ‘gabai’ yang berasal yang artinya kurang lebih sama dengan phubbing tersebut, alias abai gara-garaHP atau gadget” ungkapnya.

Gabai, tambah Roy lagi, juga bisa diartikan sebagai tindakan “Gak Baik” atau tidak baik dimana kelakuan seseorang untuk abai atau acuh tak acuh ketika menggunakan HP atau gadget ini tidak baik utk ditiru atau diteladani.

“Semoga bermanfaat dan semoga kata gabai yang saya usulkan selaku pemerhati multimedia dan elematika ini bisa diterima sebagai kosa kata bahasa Indonesia baru, pengganti kata phubbing dalam bahasa Inggris,” tutupnya. (red1)

BACA JUGA:  Pasien BPJS Meninggal Usai 3 Jam Telantar di IGD, Kuasa Hukum Keluarga Duta RS Sari Asih Bintaro Lebih Utamakan Administrasi