Kayu Sisa Proyek SDN 1 Pesurungan LorTidak Dijual, Hanya Dipindahkan Sementara

Kepala Sekolah SD Negeri 1 Pesurungan Lor, Suharto menunjukan sisa kayu bongkaran yang masih banyak dan menumpuk di halaman sekolah, Kamis (29/10).

KORANPELITA.CO — Menanggapi pemberitaan sebelumnya, terkait pengangkutan sisa material pembongkaran di SD Negeri 1 Pesurungan Lor, Kepala Sekolah Suharto memberikan penjelasan (klarifikasi) resmi di ruang kerjanya, Kamis (29/10/2026). Ia menegaskan material tersebut tidak dijual, melainkan hanya dipindahkan dan dititipkan sementara.

Suharto menjelaskan sisa material proyek revitalisasi masih sangat banyak menumpuk di halaman sekolah. Mengingat lahan sekolah terbatas dan akan segera digunakan untuk penataan taman serta pemasangan paving blok, material tersebut dipindahkan sementara ke lokasi gudang pelaksana yang lebih luas.

“Sisa material masih banyak menumpuk di sekolah. Tempat di sekolah sempit dan akan kami gunakan untuk perbaikan paving blok serta penataan taman, jadi saya minta izin untuk menitipkannya sementara di tempat pelaksanaan yang lahannya luas. Tidak ada penjualan, hanya dipindahkan dan dititipkan,” tegas Suharto.

BACA JUGA:  BRI BO Kuala Tungkal Ikuti Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 Tahun 2026

Ia menambahkan, hari ini pihaknya telah menyusun dan menyerahkan laporan resmi tertulis mengenai sisa barang hasil pembongkaran kepada Dinas Pendidikan yang kemudian diteruskan ke Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (Bakeuda).

“Semua kami catat dan laporkan dengan tertib. Hari ini laporannya sudah kami serahkan,” ungkapnya.

Terkait sebelumnya sulit dihubungi, Suharto menjelaskan saat itu dirinya sedang mengikuti kegiatan ujian pengujian kepala sekolah di SMP Negeri 1 Tegal. Ia juga telah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan untuk menjelaskan kronologi yang sebenarnya.

Suharto menyampaikan rasa syukur atas program revitalisasi yang telah membawa rehabilitasi 5 ruang kelas dan pembangunan 5 ruang kelas baru. Kini seluruh siswa berada dalam satu lingkungan sekolah, sehingga pengawasan dan keamanan jauh lebih baik dibanding sebelumnya yang terpisah.

BACA JUGA:  Damai Saling Memaafkan, Kajati Sulsel Setujui Kasus Penganiayaan Dihentikan Melalui RJ 

Meski demikian, ia berharap masih ada kelanjutan bantuan ke depannya. Beberapa kebutuhan belum terpenuhi, antara lain penyempurnaan plafon, instalasi listrik, serta sarana sanitasi yang masih mendesak untuk dilengkapi.(her)