KOTA BEKASI, koranpelita.co – Setelah bertahun-tahun jadi titik macet horor, Flyover Bulak Kapal akhirnya akan dibangun. Wali Kota Bekasi memastikan pembangunan segera dimulai usai mendampingi Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) meninjau lokasi, Jumat (30/10/2026).
Proyek senilai hampir Rp188 miliar ini diharapkan menjadi solusi kemacetan di perlintasan sebidang kereta api Bulak Kapal yang selama ini jadi biang kemacetan.
Wali Kota Bekasi mengungkapkan, pembebasan lahan terus dikebut. Dari 76 bidang yang dibutuhkan, 40 bidang sudah beres. Sisa 36 bidang lagi milik PJT, Kementerian Sosial, dan fasos-fasum yang sedang dirumuskan percepatannya.
“Kalau melihat bidangnya, dari 76 bidang yang dibutuhkan, 40 sudah selesai. Sisanya sekitar 36 bidang,” jelas Wali Kota.
Targetnya sudah jelas pembebasan lahan tuntas 2 November 2026. Jika ada yang belum selesai dibayar, Pemkot akan menempuh jalur konsinyasi, penitipan uang ganti rugi di pengadilan, agar pembangunan tidak terhambat.
Kontrak pekerjaan dijadwalkan 14 November 2026, dan pekerjaan fisik dimulai 15 November 2026.
“Pemilik lahan diberikan waktu sekitar satu minggu setelah pembayaran untuk pembongkaran mandiri. Apabila tidak dilaksanakan, pemerintah akan melakukan pembongkaran sesuai ketentuan,” tegasnya.
Pemkot juga sudah menyiapkan mitigasi kemacetan. Jalur alternatif melalui kawasan Ampera dan Jalan Muhammad Yamin disiapkan. Bahkan, Pemkot sedang melobi pemanfaatan jalan frontage milik perkeretaapian untuk menghubungkan Rawapanjang – Bulak Kapal – Ampera hingga Jalan M. Yamin.
“Anggarannya cukup besar, hampir Rp188 miliar. Kalau harus ditanggung APBD, tentu cukup berat. Karena itu, perhatian pemerintah pusat ini harus kita tangkap dengan baik,” ujar Wali Kota.
Ia menegaskan, setelah flyover beroperasi, perlintasan sebidang harus ditutup demi keselamatan.
“Pembangunan flyover menjadi langkah penting dalam meningkatkan keselamatan dan kelancaran arus kendaraan, khususnya di kawasan perlintasan sebidang yang selama ini menjadi titik kepadatan,” pungkasnya.(Said)



