
Tambelang, Koranpelita.co – Kontestasi Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Sukamaju periode 2026–2034 mulai diwarnai kemunculan sejumlah figur dengan latar belakang dan gagasan yang berbeda.
Salah satunya adalah Dahlia, calon kepala desa yang membawa semangat keterlibatan perempuan dalam pembangunan desa.
Melalui materi sosialisasi yang beredar di masyarakat, Dahlia mengusung slogan “Membangun Desa dengan Hati”. Ia juga menyampaikan pesan, “Saatnya wanita maju untuk menyampaikan inspirasi.”
Pesan tersebut menjadi penanda bahwa keterlibatan perempuan dalam pemerintahan desa tidak lagi sebatas sebagai pelengkap dalam proses pembangunan.
Perempuan, dengan pengalaman dan perspektifnya, dinilai memiliki ruang yang sama untuk menyampaikan gagasan, ikut mengambil keputusan, serta terlibat langsung dalam menentukan arah pembangunan desa.
Dahlia menyatakan kesiapan untuk maju sebagai calon Kepala Desa Sukamaju periode 2026–2034.
Slogan “Sukamaju Semakin Maju” menjadi bagian dari semangat yang ditawarkan kepada masyarakat. Gagasan tersebut menunjukkan adanya keinginan untuk mendorong desa agar terus berkembang dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Dalam konteks Pilkades, kemunculan calon dengan membawa gagasan menjadi bagian penting dari proses demokrasi di tingkat desa.
Pemilihan kepala desa bukan hanya soal memilih figur, tetapi juga menjadi momentum bagi masyarakat untuk menilai visi, komitmen, kemampuan, serta gagasan yang ditawarkan setiap calon.
Kehadiran Dahlia juga menarik perhatian karena membawa narasi kepemimpinan perempuan di tingkat desa.
Selama ini, perempuan memiliki peran besar dalam kehidupan sosial masyarakat, mulai dari keluarga, pendidikan, kegiatan sosial hingga pemberdayaan ekonomi. Namun, keterwakilan perempuan dalam ruang pengambilan kebijakan publik masih menjadi tantangan di banyak daerah.
Karena itu, slogan “Saatnya wanita maju untuk menyampaikan inspirasi” dapat dibaca sebagai pesan politik sekaligus sosial bahwa perempuan memiliki hak dan kesempatan yang sama untuk berkontribusi dalam pembangunan.
Namun, tantangan bagi setiap calon kepala desa tidak berhenti pada slogan dan popularitas.
Masyarakat tentu membutuhkan pemimpin yang mampu menerjemahkan gagasan menjadi program nyata. Persoalan pelayanan publik, pembangunan infrastruktur, pemberdayaan masyarakat, transparansi anggaran desa, kesehatan, pendidikan, hingga penguatan ekonomi warga menjadi pekerjaan rumah yang membutuhkan kepemimpinan yang konsisten.
Di tengah dinamika Pilkades Sukamaju, Dahlia kini membawa pesan perubahan melalui pendekatan kepemimpinan yang mengedepankan nilai kemanusiaan dan keterlibatan masyarakat.
“Membangun desa dengan hati” pada akhirnya akan diuji melalui sejauh mana seorang pemimpin mampu mendengar aspirasi warga, hadir ketika masyarakat membutuhkan, serta memastikan pembangunan tidak hanya berorientasi pada proyek, tetapi juga berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat.
Dengan periode kepemimpinan yang akan berlangsung selama delapan tahun, masyarakat Sukamaju memiliki kesempatan untuk menilai setiap calon secara lebih kritis.
Bukan hanya berdasarkan baliho, slogan, atau popularitas, tetapi juga berdasarkan visi, rekam jejak, kapasitas, dan keberanian membawa perubahan.
Dahlia kini menjadi salah satu figur yang menyatakan kesiapan untuk mengambil bagian dalam kontestasi tersebut.
Dengan membawa semangat keterlibatan perempuan dan gagasan membangun desa dengan hati, ia menawarkan sebuah pesan sederhana namun memiliki makna besar: pembangunan desa harus dimulai dari kepedulian dan keberanian untuk menyampaikan aspirasi masyarakat. (Dodo.Z).


