
Bekasi, Koranpelita.co – Semangat toleransi dan persatuan menjadi pesan utama dalam Youth Summit Interfaith 2026 bertema “Bersatu dalam Keberagaman untuk Perubahan”.
Plt Kepala Kesbangpol Kabupaten Bekasi, Robet Suwandi, menegaskan perbedaan keyakinan tidak boleh menjadi penghalang dalam kehidupan sosial.
Menurutnya, keberagaman harus menjadi kesempatan untuk saling mengenal, memahami dan bekerja sama.
“Saya meminta generasi muda menerapkan toleransi melalui sikap, etika, komunikasi yang santun serta kepedulian terhadap sesama. Perbedaan itu bukan penghalang bagi kita untuk bersatu,” ujarnya.
Sementara itu, Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Cristin Novalia Simanjuntak mengingatkan agar Youth Summit tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial.
“Saya enggak pengen acara Youth Summit sampai sini hanya jadi acara yang bagus difoto, acara yang bagus di Instagram, adik-adik cuma sekadar masuk, punya sertifikat doang. Tadi judulnya kan bergerak untuk perubahan. Bergeraknya apa?” tegasnya.
Cristin menilai keberagaman Kabupaten Bekasi harus menjadi kekuatan untuk membangun kehidupan yang harmonis. Ia mendorong pemuda peka terhadap persoalan toleransi di lingkungan sekitar dan berani melakukan aksi nyata.
Ketua FKUB Kabupaten Bekasi Soleh Jaelani menambahkan, perbedaan agama bukan alasan untuk saling menjauh. Menurutnya, Youth Summit menjadi ruang membangun kebersamaan dan kolaborasi lintas agama.
“Hari ini kita membangun kebersamaan, membangun toleransi, membangun ekonomi agar terciptanya Kabupaten Bekasi yang rukun, damai, aman dan sejahtera,” katanya. (D nu).


