Jakarta, Koranpelita.co – Baru dua tahun dibentuk Badan Pemulihan Aset (BPA) Kejaksaan telah memberikan sumbangsih dengan berkontribusi sangat signifikan terhadap penerimaan negara bukan pajak (PNBP) total sebesar Rp22,890 triliun.
Jumlah tersebut berasal dari kontribusi PNBP tahun 2024 yakni sebesar Rp1,439 triliun, kemudian pada tahun 2025 meningkat menjadi Rp19,654 triliun dan hingga 24 Juni 2026 telah mencapai Rp1,797 triliun.
“Adapun jika dilihat dari target tahun 2026 sebesar Rp3,266 triliun. Realisasi PNBP dari BPA sampai pertengahan tahun telah mencapai sekitar 55 persen dari target,” ungkap Kepala BPA Kuntadi dalam konfrensi Pers di alam Konferensi Pers di Kantor Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Jakarta, Rabu (24/06/2026).
Kuntadi menyebutkan juga dalam penelusuran aset, BPA berhasil menemukan aset milik terpidana Eddy Tansil berupa aset tidak bergerak dan uang tunai dengan total nilai sekitar Rp82,68 miliar.
Sebagian aset, katanya, telah diserahkan secara sukarela kepada negara dan disetorkan sebagai PNBP berupa uang sebesar Rp15 miliar. “Aset lainnya sedang dipersiapkan untuk proses lelang,” tuturnya.
Dia mengatakan juga BPA saat ini mengkoordinasikan pengelolaan sekitar 27.753 aset di seluruh Indonesia. Diantaranya sebanyak 1.376 aset senilai Rp2,09 triliun mendapat pendampingan langsung guna menjaga nilai ekonomisnya sampai proses lelang tuntas.
“Adapun guna mendukung tata kelola aset yang profesional, BPA Kejaksaan telah mengoperasikan 64 Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara (Rupbasan) yang berada di 33 provinsi,” katanya.
Kuntadi menambahkan dalam penyelesaian aset melalui, program BPA Fair menghasilkan PNBP sebesar Rp997,3 miliar serta pengembalian kerugian korban sebesar Rp19,12 miliar.“Sehingga total pengembalian kerugian korban yang berhasil dipulihkan BPA sampai 24 Juni 2026 mencapai Rp20,2 miliar,” ujar mantan Kajari Jakarta Pusat.
Dia menuturkan juga BPA sedang menyiapkan penyelenggaraan “Gebyar BPA: Gerakan Lelang Serentak untuk Indonesia Maju” yang akan dilaksanakan pada Agustus 2026 dalam rangka memperingati Hari Lahir Kejaksaan RI ke-81.
“Program ini diharapkan dapat mempercepat penyelesaian aset, meningkatkan penerimaan negara, dan memperluas partisipasi masyarakat dalam mekanisme lelang negara yang transparan dan akuntabel,” ucapnya.(yadi)
- Baru Dua Tahun BPA Kejaksaan Berkontribusi Signifikan Terhadap PNBP Sebesar Rp22,890 T - 24/06/2026
- JAM Pidsus Ungkap Enam Tahun Berhasil Eksekusi Pengembalian Kerugian Keuangan Negara Rp35 T - 24/06/2026
- Refleksi KUHP-KUHAP Baru, Jaksa Agung: Sinergi Sesama APH Kunci Utama Menegakan Keadilan yang Substantif - 24/06/2026



