Bakal Tempati Gedung Baru, Kajari Jakut Komitmen Tingkatkan Kinerja dan Pelayanan kepada Masyarakat

Jakarta, Koranpelita.co – Kepala Kejaksaan Negeri Jakarta Utara Syahrul Juaksha Subuki bersama jajarannya bakal segera menempati gedung baru kantor Kejari Jakarta Utara setelah hampir selesai pembangunannya sejak “ground breaking” pada 28 Agustus 2025.

Adapun gedung baru yang dibangun lima lantai diatas lahan seluas 4.500 meter berlokasi di Jalan Yos Soedarso, Kelurahan Sungai Bambu, Kecamatan Tanjung Priok. Tidak jauh dari pintu keluar masuk tol arah Tanjung Priok dari Cawang maupun Ancol.

Kajari Jakarta Utara Syahrul pun menuturkan sangat bersyukur dengan hampir selesainya pembangunan gedung baru yang bisa memberikan darah baru atau semangat baru bagi dia dan jajarannya dalam meningkatkan kinerja dan pelayanan kepada masyarakat.

“Jadi komitmen kita seiring meningkatnya sarana dan prasarana yang ada. Insya Allah dalam kinerja maupun pelayanan kepada masyarakat, khususnya masyarakat pencari keadilan bisa lebih meningkat,” tutur Syahrul dalam perbincangan dengan Koranpelita.co di ruang kerjanya, Rabu (13/05/2026).

Oleh karena itu Syahrul mengatakan pihaknya akan berusaha meningkatan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat. “Kan malu juga dengan gedung baru dan sudah diberikan fasilitas kantor begitu bagus, pelayanan kami tidak memenuhi harapan masyarakat,” ucap Syahrul yang bergelar Doktor di Bidang Ilmu Hukum dari Universitas Hasanuddin Makassar ini.

Dia menyebutkan adanya fasilitas kantor baru merupakan juga komitmen dari Pemprov DKI Jakarta maupun Pemkot Jakarta Utara serta Jaksa Agung melalui JAM Bin dan Kajati DKI Jakarta untuk memberikan perhatian khusus terhadap penegakan hukum.

“Selain dari pemda sendiri yang memberikan perhatian kepada pemenuhan kebutuhan, terutama sarana dan prasana. Karena gedung kantor yang  kita tempati sekarang dibangun sejak tahun 1973 dengan kondisi sudah tidak representatif” tuturnya.

Dia malah mengungkapkan secara teknis ada sebagian gedung dari kantor kejari Jakarta Utara  di Jalan Enggano yang sampai sekarang masih ditempati sudah rapuh atau labil konstruksinya sehingga bisa membahayakan para pegawai.

“Jadi untuk sementara ada ruangan di bangunan tersebut tidak lagi difungsikan. Karena khawatir nanti ada pegawai yang kami tempatkan disitu malah jadi korban kalau tahu-tahu roboh gedungnya,” ujarnya

Selain itu, tutur Syahrul, lahan parkir tidak memadai sehingga ada kendaraan harus parkir di depan kantor dengan arus lalu-lintas sangat rawan karena kendaraan besar seperti bus dan truk container sering melintas karena kantor berdekatan terminal bus dan pelabuhan.

Sementara itu untuk di kantor yang baru dia memastikan lahan parkir lebih memadai karena arealnya lebih luas. “Disitu juga akan ada areal khusus pelayanan tilang melalui Drive Thru serta ruang tahanan yang terpisah atau tidak berbaur dengan pelayanan perkantoran,” ujarnya.(yadi)