Koranpelita.co, Kabupaten Bekasi – Kepala Desa Cijengkol, A. Saepuloh, memberikan peringatan keras kepada masyarakat mengenai bahaya membuang sampah sembarangan, terutama sampah plastik yang kini menjadi masalah serius di tingkat desa. Imbauan ini ditujukan khususnya bagi warga di lingkungan RW 03 serta seluruh penduduk Desa Cijengkol secara umum.
Persoalan ini mencuat seiring dengan kondisi penumpukan sampah yang dianggap sudah mencapai tahap krusial. “Kami meminta masyarakat untuk tidak lagi membuang sampah plastik secara sembarangan karena penanganan sampah saat ini sangat mendesak,” tegas Saepuloh pada Jumat, 3 April 2026.
Sebagai solusi, pemerintah desa sebenarnya telah memfasilitasi pengangkutan sampah dengan menyediakan kantong plastik besar yang nantinya akan dibawa oleh armada truk ke tempat pembuangan akhir. Namun, Saepuloh mengungkapkan temuan mengejutkan bahwa mayoritas limbah yang menumpuk diduga bukan berasal dari warga lokal, melainkan kiriman dari luar wilayah Cijengkol dan kawasan perumahan sekitar.
Hal ini terbukti dari temuan sisa-sisa paket kiriman yang terbakar di lokasi, di mana identitas alamatnya menunjukkan lokasi di luar Desa Cijengkol. Selain itu, perilaku pedagang kaki lima, seperti penjual nasi goreng dan batagor yang membuang limbah dagangan secara serampangan, juga menjadi sorotan tajam setelah beberapa di antaranya tertangkap tangan oleh pengurus RT.
Melalui teguran ini, Saepuloh berharap adanya peningkatan kesadaran kolektif agar lingkungan desa tetap sehat, bersih, dan terhindar dari tumpukan sampah plastik yang merusak pemandangan.



