Diduga Berijazah Palsu, Presidium GEMA Jabar: Segera Adili Jokowi dan Makzulkan Gibran

Presidium GEMA Jabar berikan pernyataan terkait ijazah palsu mantan Presiden Joko Widodo dan pemakzulan Wapres Gibran Rakabuming Raka, Bandung, Selasa (18/11).

KORANPELITA.CO – Perempuan Indonesia yang tergabung dalam Gerakan Emak-emak Jawa Barat (Presidium GEMA Jabar) konsisten dengan  pernyataan mereka di depan KPK pada aksi Kamis 2 Oktober 2025 lalu, agar menangkap dan mengadili Jokowi. Bahwa mantan Presiden Jokowi adalah perusak bangsa dengan terjadinya  KKN (Korupsi Kolusi & Nepotisme) di Indonesia secara TSM (terstruktur sistimatis dan masif), dengan jumlah yang luar biasa besarnya di era Jokowi, cukup kuat dugaan mantan Presiden Jokowi ikut terlibat.

‎Begitu juga kebijakan-kebijakan pemerintah Jokowi yang telah merugikan negara, akibat pembangunan yang hanya untuk pencitraan semata. Seperti proyek Kereta Cepat Whoosh, pembanguan IKN dan proyek nasional lainnya serta proyek swasta yang di jadikan PSN, diduga menjadi objek korupsi, kolusi dan nepotisme.

‎Sekarang dengan dibantu Polri telah bersikap tidak adil, menjadikan tersangka 8 aktivis dan peneliti anak bangsa yang terdidik dan intelek melakukan penelitian untuk menegakkan kebenaran. Mempersoalkan keabsahan ijazah Jokowi yang sangat bermasalah dan selalu disembunyikan oleh bekas Presiden RI tersebut. Hal ini merupakan tindakan kriminalisasi yang merusak reputasi Pemerintahan Prabowo. Telah diketahui oleh seluruh khalayak rakyat Indonesia bahwa Jokowi dengan sengaja menyembunyikan ijazahnya menjadi biang perpecahan anak bangsa.

BACA JUGA:  PTPN IV Regional IV Bangun Tempat Wudhu dan Toilet Masjid

‎”Semua sebetulnya sudah bisa dikatakan ijazah Jokowi 99,999% palsu karena dari kekuatan Bang Rismon dan Bang Roy Suryo dengan ilmu yang beliau punya dan seharus para institusi di republik ini sudahilah untuk menutupi kepalsuan ijazah Jokowi,” kata Lusiana Mulya, anggota Presidium GEMA, Bandung, Jawa Barat, Selasa (18/11/2025).

Lanjut Lusi, panggilan akrabnya, dia mengatakan biarkan hukum di republik ini berjalan tanpa pandang bulu, semua warga negara Indonesia sama dimata hukum. Jadi sebagai Presiden RI Prabowo Subianto diharapakan bisa lepaskan diri dari belenggu Jokowi.

‎”Ungkapkan silahkan proses hukum dijalani untuk mendapatkan keadilan yang salah harus menerima hukuman,” bebernya.

‎Untuk masalah kenapa Gibran Rakabuming Raka harus segera dimakzulkan, Presidium GEMA mengatakan karena juga jelas banyak melanggar persyaratan dari mulai sebagai cawapres dimana dia tidak memenuhi syarat kelulusan sekolah, minimal lulus SMA.

BACA JUGA:  Ekspor Bauksit Ilegal, Kejagung Jebloskan Komisaris PT QSS ke Rutan

‎”Batas usia jelas MK yang notabene ketuanya adalah paman yang disegerakan karena kebutuhan persyaratan usia dan dimenangkan dan di sahkan MK. Dan secara kasat mata pun dalam menjalankan tugasnya (Gibran) kebanyakan hanya seperti anak-anak yang sedang bermai-main. Ini sangat memalukan bangsa dan negara, sepertinya kok sebegitu banyak generasi muda yang lain lebih layak dari segi pendidikan, usia dan kemampuan intelengsinya,” paparnya lagi.

‎Maka dari itu GEMA Jabar akan terus berjuang untuk mengadili Jokowi dan memakzulkan Gibran demi masa depan anak cucu bangsa Indonesia.

‎Selama menjabat presiden, tindakan Joko Widodo menyebabkan rusaknya ekonomi negara dalam jangka panjang serta kehinaan bagi bangsa yang dimiliki oleh anak cucu kemudian hari. Telah berakibat terhadap meningkatnya pengangguran, PHK, kemiskinan memperparah kondisi ekonomi rakyat, yang dirasakan sepenuhnya oleh perempuan Indonesia khususnya emak-emak di Jawa Barat.

BACA JUGA:  Sempat Diamankan Tim PAM SDO, JAM Was Sebut Mantan Aspidum Kejati Kalbar Difungsionalkan

‎Berdasarkan hal tersebut GEMA Jabar menyatakan sikap :

1. Segera tangkap dan adili mantan Presiden Joko Widodo.

2. Agar Presiden Prabowo memberhentikan Kapolri Listyo Sigit dan Kapolda Metro Jaya yang bersikap tidak adil.

3. Agar Presiden Prabowo bersikap tegas tidak diskriminatif membela kesalahan dari mantan Presiden Jokowi dengan alasan apapun.

‎4. Agar proses pemakzulkan Gibran dilakukan secepatnya.

5. Mengajak seluruh perempuan berjuang bersama agar Jokowi segera diadili, supaya kerusakan bangsa terhindarkan.

(red/*)