Uji Coba Mikroba PA63 di Bekasi Berhasil Kurangi Bau Limbah, Tokoh dan Warga Beri Apresiasi

Kepala UPTD PALD Kabupaten Bekasi Timbul Sihotang bersama Laksamana Pertama TNI Elka Setyawan, M.Han. Turut memberikan dukungan penuh tokoh masyarakat Bekasi H. Syaiful Nyamat dan Kepala UPTD 1 DLH Kabupaten Bekasi, H. Zulkarnain Lubis. Serta Kepala Desa Muktiwari H. Bahrudin S.E, Lurah Wanasari H. Ujang Sukrilah, S.E., M.IP, dan jajaran lainnya saat meninjau proses uji coba mikroba PA63 di Desa Muktiwari, Cibitung.

Kabupaten Bekasi, Koranpelita.co – Upaya pengendalian pencemaran lingkungan di Kabupaten Bekasi kembali menunjukkan hasil menggembirakan. UPTD Pengolahan Air Limbah Domestik (PALD) Kabupaten Bekasi melakukan uji coba mikroba PA63 di area penampungan air limbah Desa Muktiwari, Kecamatan Cibitung, Rabu (29/10/2025).

Kegiatan ini dipimpin oleh Kepala UPTD PALD Kabupaten Bekasi, Timbul Sihotang, bersama Laksamana Pertama TNI Elka Setyawan, M.Han. Turut memberikan dukungan penuh tokoh masyarakat Bekasi H. Syaiful Nyamat dan Kepala UPTD 1 DLH Kabupaten Bekasi, H. Zulkarnain Lubis.

Dalam uji coba tersebut, digunakan dua tangki mikroba PA63 berkapasitas 4.000 liter, dengan komposisi 40 galon (12 liter per galon) yang dicampurkan ke air limbah di bak penampungan. Hasilnya, perubahan signifikan langsung terlihat secara visual dan tercium – bau menyengat yang sebelumnya menjadi keluhan warga berkurang drastis hanya dalam waktu singkat.

BACA JUGA:  Tingkatkan Kewaspadaan, PEP Jambi Bersama Damkar Kabupaten Batang Hari Bekali Warga Hadapi Risiko Kebakaran

Apresiasi dari Pemerintah Desa dan Warga

Kepala Desa Muktiwari, H. Bahrudin, S.E., menyampaikan apresiasi tinggi atas langkah inovatif tersebut.

“Selama ini, bau dari aliran limbah menjadi keluhan utama warga dan pengguna jalan yang melintas. Setelah dicoba dengan mikroba ini, hasilnya langsung terasa. Kami sangat mendukung agar inovasi ini terus dilanjutkan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Kelurahan Wanasari, H. Ujang Sukrilah, S.E., M.IP., menilai kegiatan ini sebagai bentuk nyata sinergi antarinstansi dan masyarakat dalam menjaga lingkungan.

“Pemulihan lingkungan tidak bisa dilakukan sendiri. Kolaborasi seperti ini patut dijadikan contoh bagi wilayah lain,” tuturnya.

Pendekatan Ilmiah dan Berkelanjutan

Menurut Anen Cerdik Parwoto (ACP), SH, pengamat kebijakan publik yang juga warga Desa Muktiwari, uji coba mikroba PA63 mencerminkan pendekatan ilmiah sekaligus partisipatif dalam menghadapi masalah klasik pencemaran air limbah domestik di kawasan industri seperti Bekasi.

BACA JUGA:  Pojok Berkah TP PKK Provinsi Jambi Hesti Haris Tegaskan Komitmen Berbagi dan Menguatkan Nilai Kepedulian Sosial

“Jika hasilnya konsisten, ini bisa menjadi model kebijakan lingkungan berbasis inovasi lokal yang dapat direplikasi ke wilayah lain. Namun saya berharap, kegiatan ini tidak berhenti pada uji coba saja. Bila terbukti efektif, perlu ada langkah lanjutan secara kontinyu agar masalah bau benar-benar teratasi,” tegasnya.

Visi Transformasi Lingkungan dari Laksamana Pertama TNI Elka Setyawan

Di sisi lain, Laksamana Pertama TNI Elka Setyawan, M.Han., menegaskan bahwa pemanfaatan mikroba PA63 tidak hanya bertujuan mengurangi bau limbah, tetapi juga mendorong transformasi pengelolaan limbah menjadi sumber daya produktif.

“Air yang selama ini dianggap tidak berguna, bahkan berasal dari tinja, bisa kita ubah menjadi sesuatu yang bermanfaat. Dengan penyiraman cairan mikroba seperti PA63, air limbah dapat dimanfaatkan kembali sebagai suplemen untuk pertanian dan perikanan,” ujar Elka.

“Inilah arah baru pengelolaan lingkungan – bukan hanya menanggulangi pencemaran, tapi juga menciptakan nilai tambah dari limbah,” tambahnya.

BACA JUGA:  BAZNAS Kab Cianjur Salurkan Bantuan Kursi Roda untuk Warga Penyintas Stroke

Langkah uji coba mikroba PA63 di Muktiwari ini diharapkan menjadi awal dari implementasi teknologi ramah lingkungan secara berkelanjutan dalam sistem pengolahan air limbah Kabupaten Bekasi. Dengan dukungan masyarakat, akademisi, dan pemerintah daerah, inovasi semacam ini berpotensi mengubah wajah pengelolaan limbah di kawasan industri menuju masa depan yang lebih bersih dan produktif. (Dodo.Z)