Kabupaten Bekasi, Koranpelita.co – Aksi cepat Kepala Desa Muktiwari, H. Bahrudin, S.E., dalam menangani polusi bau di wilayahnya menuai apresiasi dari berbagai pihak. Upaya ini menjadi bagian penting dari kegiatan uji coba mikroba ramah lingkungan PA63 yang digelar di area penampungan air limbah Desa Muktiwari, Kecamatan Cibitung, Rabu (29/10/2025).
Gerak cepat Bahrudin dinilai sebagai langkah konkret pemerintah desa dalam menindaklanjuti keluhan masyarakat terkait bau menyengat dari aliran limbah yang selama ini mengganggu aktivitas warga dan pengguna jalan.
“Selama ini, keluhan utama warga adalah bau dari limbah yang sulit diatasi. Alhamdulillah setelah dilakukan penyiraman cairan mikroba PA63, hasilnya langsung terasa. Bau berkurang drastis dan lingkungan menjadi lebih nyaman,” ujar H. Bahrudin, yang juga menjabat sebagai Ketua APDESI Kabupaten Bekasi.
Kepemimpinan Bahrudin dianggap menjadi contoh nyata bagaimana pemerintah desa bisa berperan aktif dalam menjaga kualitas lingkungan, tidak hanya mengandalkan dinas teknis, tetapi juga berkolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk masyarakat dan instansi terkait.
Dalam kegiatan tersebut, Kepala UPTD PALD Kabupaten Bekasi, Timbul Sihotang, turut mendampingi jalannya uji coba mikroba PA63. Ia mengapresiasi respons cepat Kepala Desa Muktiwari dalam mendukung upaya pengendalian pencemaran lingkungan di wilayahnya.
“Kolaborasi ini sangat penting. Pemerintah desa yang responsif seperti Pak Bahrudin menjadi faktor kunci keberhasilan program pengolahan limbah domestik. Uji coba ini menunjukkan hasil signifikan, dan ke depan akan terus kami evaluasi agar dapat diterapkan secara berkelanjutan,” ungkap Timbul Sihotang.
Dukungan serupa datang dari Laksamana Pertama TNI Elka Setyawan, M.Han., yang hadir langsung dalam kegiatan uji coba tersebut. Ia menilai, langkah Bahrudin mencerminkan semangat transformasi lingkungan dari level paling bawah.
“Gerakan cepat ini menunjukkan kepedulian yang tinggi terhadap kesehatan lingkungan. Inilah bentuk nyata sinergi antara masyarakat, pemerintah desa, dan lembaga teknis,” kata Elka.
Sementara itu, pengamat kebijakan publik Anen Cerdik Parwoto (ACP), SH, menilai langkah cepat yang diambil Kepala Desa Muktiwari menunjukkan kepemimpinan yang adaptif dan berbasis solusi.
“Gerak cepat seperti ini harus diapresiasi. Kepala desa tidak hanya menunggu program dari atas, tapi langsung turun tangan mencari jalan keluar berbasis inovasi dan ilmu pengetahuan. Ini contoh praktik tata kelola lingkungan yang partisipatif dan efektif,” ujarnya.
Upaya penanganan bau limbah di Desa Muktiwari kini diharapkan menjadi model penanganan berbasis kolaborasi dan inovasi yang bisa diterapkan di desa-desa lain di Kabupaten Bekasi. (Dodo.Z).
- Tingkatkan Kewaspadaan, PEP Jambi Bersama Damkar Kabupaten Batang Hari Bekali Warga Hadapi Risiko Kebakaran - 23/04/2026
- Pojok Berkah TP PKK Provinsi Jambi Hesti Haris Tegaskan Komitmen Berbagi dan Menguatkan Nilai Kepedulian Sosial - 23/04/2026
- Ribuan Kendaraan Terjaring Razia Pajak di Setu - 23/04/2026



