‎PWI Jateng Kecam Prilaku Ajudan Kapolri Pukul Jurnalis di Semarang

Zainal Abidin Petir.

KORANPELITA.CO – Zainal Abidin Petir selaku wakil ketua PWI ( Persatuan Wartawan Indonesia) Jateng mengaku tidak hanya prihatin tapi geram atas perilaku ajudan Kapolri yang memukul kepala Makna Zaezar, wartawan Antara, pada hari Sabtu sore (5/4) kemarin.

‎Tidak hanya memukul bahkan mengancam teman- teman wartawan lain akan ditempeleng satu persatu.

‎”Enak aja wartawan mau ditempeleng satu- satu. Mereka jurnalis bukan preman kok dipukul. Mereka sedang menjalankan tugas mulia menyampaikan informasi edukatif kepada masyarakat. Koruptor saja tidak Anda tempeleng,” tegas Zainal Petir yang juga ketua LBH PETIR Jateng, Minggu (6/4/2025).

‎Lebih lanjut Zainal Petir minta kepada Kapolri untuk mencopot posisi ajudan tersebut menjadi anggota Bhabinkamtibmas Polsek, biar dia banyak belajar dengan rakyat di kelurahan atau desa.

BACA JUGA:  Polda Banten Ucapkan Selamat HUT ke-74 Grup 1 Kopassus

‎”Kapolri harus minta maaf kepada teman-teman media. ‎Sedangkan ajudan pelaku sebaiknya dilakukan sidang etik Propam. Selain itu, korban perlu melaporkan ke Polda Jateng terkait dugaan tindak pidana Pers, ada ancaman pidana 2 tahun, Locus delicti di wilayah hukum Polda Jateng,” paparnya.

‎Zainal Petir menambahkan seharusnya Kapolri malu anak buahnya apalagi ajudan bertindak kasar dengan teman-teman media. ” Dia penegak hukum dan melakukan tindakan melanggar hukum di hadapan Kapolri, memalukan sekali,” kata Petir.

‎Insiden kekerasan tersebut bermula saat para jurnalis meliput agenda Kapolri yang memantau arus balik di Stasiun Tawang Semarang, Sabtu (5/4/2025) petang. Saat itu Kapolri menyapa seorang penumpang di kursi roda.

BACA JUGA:  Personel Koramil 10/Sepatan Kodim 0510/Trs Patroli Maung Tekan Kriminalitas  

‎Sejumlah jurnalis dan humas dari berbagai lembaga mengambil gambar dari jarak yang wajar. Namun, salah satu ajudan Kapolri (Ipda Endri Purwa Sefa) kemudian meminta para jurnalis dan humas mundur dengan cara mendorong dengan cukup kasar.

‎Mengetahui hal ini, jurnalis foto dari Kantor Berita Antara, Makna Zaezar, menyingkir dari lokasi dan menuju sekitar peron. Sesampainya disana, ajudan Kapolri menghampirinya lantas melakukan kekerasan dengan cara memukul kepala Makna Zaezar.

‎Tak hanya sampai disitu, usai memukul jurnalis tersebut, sang ajudan terdengar mengeluarkan ancaman kepada beberapa jurnalis lainnya dengan mengatakan, “kalian pers, saya tempeleng satu-satu.”

‎Selain itu, sejumlah jurnalis lain juga mengaku mengalami dorongan dan intimidasi fisik, salah satunya bahkan sempat dicekik saat meliput agenda kunjungan Kapolri di Stasuin Tawang Semarang tersebut. (red1)

BACA JUGA:  Pemkot  dan Kejari Kota Tangsel Teken Kerja Sama Pengawasan Hukum dan Pengelolaan Anggaran