Pawai Barongsai dan Naga Perayaan Cap Gomeh 2025 di Kota Bekasi

Pj. Wali Kota Bekasi, Gani Muhamad hadiri pawai dan pertunjukan gelar Naga, Barongsai, Atraksi Liong dan Tatung, Ondel-Ondel, Defile Paskibra, Kirab Band dari Kodim /0507 Bekasi, serta berbagai pertunjukan Seni dan Budaya Tionghoa lainnya dari Yayasan Pancaran Tri Dharma selaku pengurus Klenteng Hok Lay Kiong dengan memutari area sekitar Kelurahan Margahayu, Kecamatan Bekasi Timur yang dimulai dari Klenteng Hok Lay Kiong melalui Jl. Mayor Oking, Jl. Agus Salim, Jl. Ir. H. Juanda, Jl. Perjuangan, lalu kembali dan finish di Klenteng Hok Lay Kiong, Selasa (12/02/2025).

KOTA BEKASI, koranpelita.coPj. Wali Kota Bekasi, Gani Muhamad hadiri  pawai dan pertunjukan Naga, Barongsai, Atraksi Liong dan Tatung, Ondel-Ondel, Defile Paskibra, Kirab Band dari Kodim /0507 Bekasi, serta berbagai pertunjukan Seni dan Budaya Tionghoa lainnya dari  Yayasan Pancaran Tri Dharma selaku pengurus Klenteng Hok Lay Kiong dengan memutari area sekitar Kelurahan Margahayu, Kecamatan Bekasi Timur yang dimulai dari Klenteng Hok Lay Kiong melalui Jl. Mayor Oking, Jl. Agus Salim, Jl. Ir. H. Juanda, Jl. Perjuangan, lalu kembali dan finish di Klenteng Hok Lay Kiong, Selasa (12/02/2025).

Pj. Wali Kota Bekasi, Gani Muhamad menyampaikan, perayaan Cap Go Meh menjadi sebuah momentum toleransi dan keberagaman yang nyata terlihat dimana semua warga dari berbagai suku, ras, dan agama yang berbeda berkumpul di tempat yang sama dan semua yang hadir terlihat senang menyaksikan aneka pertunjukkan Seni dan Budaya yang sudah lama tidak digelar.

BACA JUGA:  Jaga Jakarta On The Spot, Cara Polres Metro Tangerang Kota Mendengar Keluhan Warga dari Dekat

“Gelaran Cap Go Meh merupakan sebuah momentum spesial dan sangat ditunggu-tunggu oleh kita semua warga Kota Bekasi, hari ini semua berkumpul di sini untuk bersama meriahkan dan menikmati bermacam pertunjukkan, sehingga menjadi sebuah bukti nyata bahwa Kota Bekasi adalah Kota Toleran, dengan tidak membeda-bedakan, dan saling menghargai satu sama lain,” ujarnya.

Selain sebagai wujud nyata toleransi,kata Gani Muhammad. Perayaan Cap Go Meh juga dianggap mampu membangkitkan sektor Pariwisata dan Budaya Kota Bekasi dengan mempersembahkan Klenteng Hok Lay Kiong sebagai Cagar Budaya dan kearifan lokal warga Tionghoa sekitarnya yang masih menjunjung tinggi kebudayaan para leluhurnya.

“Cap Go Meh memiliki daya tarik untuk membangkitkan sektor Pariwisata dan Kebudayaan, karena kita memiliki cagar budaya kebanggaan, yakni Klenteng Hok Lay Kiong yang sampai saat ini masih dirawat dan digunakan apalagi didukung dengan peran serta warga sekitar yang aktif melestarikan kebudayaan lokal, sehingga dapat menarik perhatian para wisatawan untuk berkunjung,”kata Gani Muhamad.

BACA JUGA:  Lagi ,Pemkot Tangsel Raih Penghargaan Kemendagri, Masuk Tiga Besar Regional Jawa-Bali

Masih kata, Gani Muhamad . Dirinya rasa bangga dan terima kasih kepada para pihak yang telah mendukung dan mewujudkan perayaan Cap Go Meh yang meriah dan aman.

“Rasa bangga tiada tara saya ucapkan kepada Yayasan Pancaran Tridharma selaku panitia Cap Go Meh Kota Bekasi 2025 yang berhasil menggelar kemeriahan untuk warga Kota Bekasi dan juga terima kasih kepada semua pihak yang telah bekerjasama dengan baik demi mengamankan dan menertibkan jalannya pawai Cap Go Meh,” pungkas Gani Muhamad.

Cap Go Meh Kota Bekasi 2025 diisi dengan pawai yang melibatkan sebanyak 800 peserta dimana perayaan ini sempat setahun ditiadakan, dan kembalinya di tahun ini menandakan euphoria meriahnya Cap Go Meh bisa dirasakan oleh segenap warga Kota Bekasi. Red .

BACA JUGA:  Ketua Umum HMI Cabang Tangerang Desak Usut Jual Beli Titik Program MBG