Jakarta, KORANPELITA.CO – Ini penjelasan saya tentang viralnya video “Analog Horor dan Burung Garuda Latar Belakang Biru” di berbagai platform media sosial hari ini. Tidak perlu diperdebatkan lagi asli atau palsunya, tetapi yang penting dimaknai adalah apa yang terjadi hari ini adalah bak horor analog di masa lalu dimana Indonesia sedang tidak baik-baik saja.

Dalam pernyataannya, Roy Suryo menyebutkan dirinya menerima banyak konfirmasi mengenai beredarnya video-video yang menggambarkan genre analog horor.
“Analog horor adalah genre yang pernah populer dua tahun yang lalu yang merekayasa video-video lama yang mengingatkan kembali kepada kita bahwa dimasa lalu ada horor di Indonesia dan hari ini terulang lagi dengan adanya kemarin keputusan Mahkamah Konstitusi yang sangat demokratis dibegal dan ini yang membuat Indonesia tidak sedang baik-baik saja,” tegas Roy dalam keterangannya, Jakarta, Rabu (21/8/2024).
Lebih lanjut, Roy Suryo menyampaikan bahwa salah satu video yang viral memperlihatkan simbol Burung Garuda dengan latar belakang biru, yang menurutnya melambangkan kondisi Indonesia yang sedang dalam situasi tidak baik.
“Gambaran Burung Garuda dengan latar belakang biru dalam video tersebut menyiratkan pesan bahwa negara kita tengah menghadapi tantangan yang serius, agar kita sebagai rakyat Indonesia waspada dan mawas diri bahwa Indonesia tidak sedang baik-baik saja,” ungkapnya pakar telematika dan multimedia ini.
Menurut Roy Suryo, masyarakat perlu lebih peka dan memahami pesan yang tersirat dalam video-video analog horor tersebut.
“Ini adalah bentuk komunikasi kreatif, sebagai kritik sosial, yang mengajak kita untuk refleksi diri, menyadari bahwa ada banyak hal yang perlu diperbaiki di negeri ini,” tandasnya.
Dengan adanya video analog horor Burung Garuda, harapannya agar masyarakat tidak sekadar menikmati video tersebut sebagai hiburan, tetapi juga sebagai pengingat akan pentingnya menjaga stabilitas dan keharmonisan persatuan kesatuan Indonesia. (red1)



