Kejati Sita Uang Rp126 Juta dari Tersangka Oknum Pejabat Muba

Palembang, Koranpelita.co – Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan melalui Tim penyidik pidana khusus menerima pengembalian uang sebesar Rp126 juta diduga hasil korupsi Mark Up” harga langganan internet desa di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba)

Uang yang diterima Kejati dan kemudian langsung disita berasal dari tersangka HF oknum pejabat pada Dinas Pemberdayaan Masyarakat (PMD) Kabupaten Muba yang menjabat Kepala Bidang Pembangunan Ekonomi dan Desa.

“Tersangka HF mengembalikan uang melalui keluarga dan penasehat hukumnya kepada Tim penyidik untuk dititipkan, Jumat (21/06/2024) kemarin,” tutur Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan Yulianto melalui Kasipenkum Vanny Yulia Eka Sari, Sabtu (22/06/2024).

Vanny menyebutkan HF selaku Kabid Pembangunan Ekonomi dan Desa pada Dinas PMD Muba sebelumnya dijadikan sebagai tersangka berdasarkan Surat Penetapan Tersangka Nomor : TAP-07/L.6.5/Fd.1/06/2024 tanggal 11 Juni 2024.

Adapun keterlibatan dari tersangka HF yaitu yang bersangkutan diduga menerima aliran dana dalam kegiatan langganan internet desa dari tersangka MA selaku Direktur PT Info Media Solusi Net (ISN).

Dalam kasus ini tersangka HF disangka melanggar pasal 2 ayat (1) dan pasal 3 jo pasal 18 Undang-Undang Pemberantasan Korupsi jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. Selain itu disangka melanggar pasal 11 dan pasal 5 Undang-Undang Pemberantasan Korupsi.

Kejati Sumatera Selatan sebelumnya telah menetapkan tiga tersangka dalam kasus “Mark Up” harga langganan internet desa. Selain tersangka HF dan MA, juga tersangka R yang menjabat Kasi Keuangan Desa pada Dinas PMD Kabupaten Muba.

Adapun tersangka R juga diduga menerima aliran dana dari tersangka MA sebesar Rp7 miliar. Namun hingga kini R masih buron dan masuk daftar pencarian orang (DPO) Kejati Sumatera Selatan. Sebaliknya tersangka HF dan MA telah ditahan. (yadi)