(In Memoriam) JAM Pidum Dr Fadil Zumhana, SH, MH (Sang Pembaharu Telah Berpulang)

Oleh: Abdullah Kajari Ternate

Menjelang berusia 60 tahun, karena lahir pada 14 Oktober 1964, Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum Dr Fadil Zumhana, SH, MH sudah sepekan ini meninggalkan kita semua untuk menghadap sang Khalik.

Sungguh Kejaksaan berduka karena ditinggalkan salah satu putra terbaiknya. Dia adalah profil Jaksa yang luar biasa tapi low profile. Tidak pernah menampilkan diri dalam hiruk pikuk gemerlapnya “selebritasi” aparat penegak hukum yang lagi trend dewasa ini.

Beliau juga Jaksa yang selalu melaksanakan tugasnya dengan tekun. Lebih banyak bekerja dalam kesunyian sesuai mandat yang di embannya. Bekerja penuh ikhlas dan jujur tanpa pamrih pada setiap amanah dijabatan apapun.

Almarhum sangat dedikatif, kreatif, motivatif dan inovatif, terhadap perubahan dan pembaharuan dalam penegakan hukum yang berkeadilan menuju kepastian hukum. Dan melahirkan kemanfaatan hukum untuk kesejahteraan masyarakat.

Ia sangat profesional, konsisten terhadap komitmennya. Bahkan sangat kaku serta sulit berkompromi dengan “kemuslihatan dan kemungkaran” dalam penegakan hukum.

Figur yang memiliki kepribadian kuat. Dapat memancarkan aura positif. Kepemimpinan yang berkarakter, berintegritas, tegas, berani, aspiratif dan penuh tanggungjawab. Sangat menjunjung nilai keadilan dalam setiap keputusanya. Selalu berimbang memberikan reward dan punishment.

Ia istiqomah tidak mudah goyah. Sulit tersandera oleh bentuk apapun pada setiap melaksanakan tugasnya. Demi kebenaran yang berkeadilan dan berkeadilan dalam kebenaran. Tetap menjunjung tinggi loyalitas sebagai insan korps Adhyaksa.

Pribadi yang sangat pandai menjaga dan merawat “Marwah dan Martabat” Korps Adhyaksa. Selalu berada pada nilai-nilai kejujuran dan memegang teguh komitmen Tri Krama Adhyaksa,.

Ia telah melewati berbagai “medan pertempuran” dalam melaksanakan amanahnya. Ia sanggup berhadapan dengan tantangan dan hambatan sebagai “semak belukar” dalam penegakan hukum yang penuh resiko dan dinamikanya.

Ia mampu membendung “kanal-kanal” keserakahan yang sering kali dijumpainya. Ia sangat cerdas menghadang jebakan dari tugas keseharianya. Memiliki perisai melawan “hipnotisme” materialisme untuk tipu daya duniawi yang dapat melalaikan dan mengingkari amanah kewajibannya.

Sosok pemimpin visioner yang dapat dijadikan tauladan bagi generasi Insan Koprs Adhyaksa, juga sebagai profil gerakan revolusi mental korps Adhyaksa.

“SATU SIKAP KETAULADANAN ITU AKAN MENGALAHKAN BERJUTA KATA-KATA.”

Selamat Jalan Bapak, husnul khotimah. Bapak orang baik surga Allah tempatnya. Aamiin