Jakarta, Koranpelita.co – Kejaksaan Agung melalui Direktorat Pengamanan Pembangunan Strategis (PPS/D) sejauh ini telah mengawal dan mengamankan 27 proyek strategis nasional (PSN) yang telah diselesaikan pekerjaaannya dengan nilai pekerjaan sebesar Rp14,980 triliun.
Menurut Jaksa Agung Muda Intelijen (JAM Intelijen) Amir Yanto pencapaian tersebut diharapkan tidak menjadikan jajaran Direktorat PPS atau Direktorat D berpuas diri.
“Namun dapat dijadikan cambuk untuk mencapai hasil yang lebih baik lagi,” kata Amir pada acara penyampaian hasil kegiatan (Exit Meeting) PSN pada Direktorat PPS/D di Kejaksaan Agung, Jakarta kemarin.
Amir pun menyampaikan kegiatan Tim PPS sangat vital karena tidak sekedar seremonial belaka, namun karena yang dilaksanakan sekarang ini menjadi pertaruhan jati diri bangsa Indonesia.
Oleh karena itu dia meminta Tim PPS agar terus meningkatkan profesionalitas dan kinerja untuk menghasilkan karya-karya besar melalui proyek strategis yang dikawal.
“Hal-hal tersebut diperlukan guna memenuhi tujuan penegakan hukum yang seutuhnya yaitu keadilan dan kepastian hukum serta kemanfaatan hukum,” ujarnya.
Dia menekankan juga agar Tim PPS konsisten melakukan upaya-upaya pengamanan pembangunan strategis atau proyek prioritas lainnya, serta mengingatkan kepada seluruh stakeholder, baik dari Kementerian dan Lembaga maupun BUMN supaya tidak terperangkap dengan praktik-praktik transaksional dalam pelaksanaan PPS atau prioritas yang sedang dikawal.
“Kita tidak boleh terbelenggu terhadap AGHT (Ancaman, Gangguan, Hambatan dan Tantangan) yang timbul. Baik yang sudah kita prediksi sebelumnya maupun yang muncul saat pelaksanaan,” ujarnya.
Dia mengatakan Tim PPS harus tetap bekerja dan berpikir untuk mencari solusi dari AGHT itu dan berkarya dengan mengoptimalkan segala potensi yang telah ada.
“Saya meyakini jika terjalin kerja sama dari seluruh stakeholder, seluruh proyek dapat terlaksana dengan Tepat Waktu, Tepat Mutu dan Tepat Sasaran sebagaimana yang diharapkan,” ucapnya.
Namun dia mengakui ke depan, terdapat tantangan yang lebih berat karena masih banyak proyek strategis nasional maupun daerah yang harus dikawal bersama.
Kegiatan Exit Meeting PSN dihadiri Direktur PPS/Direktur D, para pejabat Eselon I, II dan III pada Kementerian PUPR, Kementerian Perhubungan, Kementerian Kesehatan dan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika, Para Direktur Utama/Perwakilan dari BUMN serta Tim PPS.(yadi)
- Kejagung Tetapkan Agung Winarno Kolega Zarof Ricar di Proyek Film Tersangka TPPU - 16/04/2026
- Diduga Terima Suap Rp1,5 M, Kejagung Jebloskan Ketua Ombudsman Hery Susanto ke Rutan - 16/04/2026
- Terbesar Selamatkan Keuangan Negara Rp115 M, Kajati Emilwan: Komitmen Penegakan Hukum Tidak Hanya Orientasi Pemidanaan - 16/04/2026



