KORANPELITA.CO – Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G Plate akhirnya resmi berstatus tersangka. Kejagung menetapkan Menteri sekaligus Politikus NasDem tersebut sebagai tersangka baru dalam kasus dugaan korupsi penyediaan Infrastruktur Base Transceiver Station (BTS) 4G BAKTI Kemenkominfo 2020-2022.
Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, Ketut Sumedana, menjelaskan bahwa memang terdapat tujuh orang yang diperiksa terkait kasus dugaan korupsi proyek BTS pada hari ini. Salah satunya, Johnny G Plate. Johnny diperiksa sebagai tersangka. Usai diperiksa, Johnny langsung ditahan.
“Kita lakukan pemeriksaan tujuh orang, satu orang ditetapkan sebagai tersangka dan sudah dilakukan penahanan. Sementara enam orang dilakukan pemeriksaan,” kata Ketut Sumedana dalam keterangan persnya di kutip dari detiknews, Jakarta, Rabu (17/05/2023).
Sementara itu, Direktur Penyidikan Jampidsus Kejagung Kuntadi memastikan, bahwa penetapan tersangka terhadap Johnny Plate telah memenuhi kecukupan alat bukti. Bahkan, Kejagung telah melakukan pemeriksaan sebanyak tiga kali terhadap Johnny sebelum akhirnya ditahan hari ini.
“Berdasarkan hasil pemeriksaan hari ini, setelah kami evaluasi, kami simpulkan telah terdapat cukup bukti yang bersangkutan diduga terlibat di dalam peristiwa tindak pidana korupsi proyek pembangunan infrastruktur BTS 4G paket 1,2,3,4 dan 5,” tegas Kuntadi.
“Kita sudah mendapatkan hasil pemeriksaan dari LHP BPKP ini perlu diklarifikasi karena kerugiannya begitu besar sampai Rp 8 triliun lebih,” kata dia.
Johnny merupakan tersangka keenam dalam kasus ini, sebelumnya Kejagung telah menetapkan lima tersangka dalam kasus yang sama.
Mereka adalah Irwan Hermawan (IH) selaku Komisaris PT Solitech Media Sinergy. Lalu, Mukti Ali (MA) selaku Account Director PT Huawei Tech Investment.
Kemudian, Anang Achmad Latif (AAL) selaku Direktur Utama Bakti Kominfo, Galumbang Menak S (GMS) selaku Direktur Utama PT Mora Telematika Indonesia, dan Yohan Suryato (YS) selaku Tenaga Ahli Human Development Universitas Indonesia (Hudev UI) tahun 2020. (red1)



