Masjid Sebagai Pusat Peradaban Umat Islam

Sejumlah panitia dan peserta ‘Konsultasi dan Penguatan Imam-Khatib’ berfoto bersama sesepuh Pasarean KH M. Nur. (foto/ist)

 

Bogor,koranpelita.co-Masjid sejatinya tidak hanya sekadar tempat ritual ibadah melainkan sebagai pusat pergerakan dan peradaban umat Islam seperti dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW.

Demikian diungkapkan Ace Hidayat, Ketua Pembina Yayasan Darul Hijrah dalam acara ‘Konsultasi dan Penguatan Imam-Khatib’ yang digelar Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Darul Hijrah, Pasarean Pamijahan Bogor, Minggu (21/05/2023).

Sebagai pusat peradaban, menurut Ace Hidayat, masjid bisa menjadi pusat beragam kegiatan seperti tempat kaderisasi dan pembinaan, pusat pendidikan, ekonomi, pertahanan serta sosial.

“Bahkan sampai menyelesaikan sengketapun bisa dilakukan di masjid,” katanya.

BACA JUGA:  Gubernur Banten Andra Soni Raih Penghargaan Kepala Daerah Peduli Pendidikan

Karena itu Ace Hidayat berharap agar para imam dan tokoh masyarakat perlu lebih memahami peran sentral masjid sebagai pusat pergerakan umat Islam.

Hal senada juga diungkapkan Abdul Gani, Dewan Bendahara MajelisTa’lim Darul Hijrah, bahwa masjid harus menjadi pilihan utama masyarakat dalam melaksanakan peribadatan.

Karenanya, menurut Abdul Gani agar jamaah merasa nyaman dalam beribadah, maka diperlukan peningkatan wawasan bagi para imam dan khatib agar kualitas dalam memimpin kejamaahan semakin meningkat.

Dalam press rilis yang diterima koranpelita.co acara Konsultasi dan Penguatan Imam-Khatib diikuti 100 peserta dari wilayah Pamijahan dan sekitarnya dengan materi antara lain; Fungsi Masjid, Tahsin Al Qur’an, Fiqhus Shalat wal Khutbah, Kriteria Imam dan Khatib serta Adab Berjamaah. (zis)

BACA JUGA:  Expert Goes to School, Terobosan Diskominfo Tangsel Cetak Talenta Digital Siap Kerja