Jutaan Warga Prancis Demo Kebijakan Presiden Macron Terkait Reformasi Pensiun

Terlihat polisi Prancis dengan perlengkapan anti huru hara pada hari keenam aksi unjuk rasa nasional yang diselenggarakan sejak awal tahun 2023 menentang reformasi pensiun presiden Prancis (Foto dok. Geoffroy Van Der Hasselt / AFP/alzajeera)

PARIS, koranpelita.co – Protes besar-besaran melanda negara Prancis, hal tersebut dipicu adanya reformasi pensiun dari pemerintah otoritas Prancis.

Demonstrasi nasional terjadi untuk menentang rencana Presiden Prancis Emmanuel Macron dalam merubah usia pensiun dari 62 tahun menjadi 64 tahun.

“Diperkirakan sebanyak 1,28 juta orang telah melakukan pemogokan nasional menentang rencana Presiden Prancis Emmanuel Macron untuk mengubah usia pensiun menjadi 64 tahun,” kata kementerian dalam negeri Prancis, dilangsir dari www.Alzajeera.com, Rabu (06/03/2023).

Angka tersebut menunjukkan bahwa unjuk rasa tersebut adalah yang terbesar dalam beberapa dekade, sedikit lebih tinggi dari perkiraan 1,27 juta orang selama putaran unras sebelumnya terhadap reformasi pada 31 Januari 2023.

BACA JUGA:  Disdik Kabupaten Bekasi Tegaskan Larangan Pungli

Serikat pekerja CGT sayap kiri menyebutkan jumlah pengunjuk rasa mencapai 3,5 juta orang.

Di seluruh negeri, banyak aksi unjuk rasa menarik lebih banyak orang daripada yang sebelumnya diselenggarakan sejak pertengahan Januari, termasuk di Marseille, salah satu kota terbesar di Prancis, kata pihak berwenang dan media lokal.

Ada beberapa bentrokan juga terjadi antara pengunjuk rasa dengan aoarat kepokisian setempat di pinggiran kota Paris, dan polisi mengatakan ada 22 orang telah ditangkap.

Unjuk rasa nasional Prancis tersebut telah mengganggu layanan kereta api, menutup sekolah, dan menghentikan pengiriman bahan bakar pada hari Selasa (05/03) dan akan meluas hingga hari Rabu (06/03) ketika serikat pekerja meningkatkan kampanye mereka untuk memaksa putar balik pada kebijakan yang sangat tidak populer.

BACA JUGA:  Disdik Kabupaten Bekasi Perkuat Transparansi SPMB SD 2026 Lewat Roadshow Sosialisasi

Mereka terus menekan anggota parlemen, serikat pekerja garis keras Prancis mengatakan kali ini, akan ada pemogokan bergilir yang dapat berlangsung selama berhari-hari, setidaknya di beberapa sektor.

Serikat pekerja CGT mengatakan para pekerja telah memilih untuk memperpanjang pemogokan di semua lokasi Total Energies.

“Pertarungan sesungguhnya dimulai sekarang,” kata Marin Guillotin, perwakilan serikat pekerja FO di kilang Donges di Prancis barat. (red1)

Redaktur 1
Latest posts by Redaktur 1 (see all)
BACA JUGA:  Komisaris PTPN Minta Produksi dan Pemasaran Teh Kayu Aro Ditingkatkan