Jalan Pantura Jawa Tengah Rusak, DPD Jateng: Ganjar Bisanya Hanya Tebar Pesona

Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo. (red1)

SEMARANG, koranpelita.co – Hujan yang terus mengguyur tiap hari membuat jalan raya Pantura Demak bagian timur rusak berat sehingga membuat permukaan jalan banyak yang berlubang. Kondisi jalan seperti ini sangat membahayakan pengendara sepesa motor dan lainnya.

Akibat kerusakan jalan ini, para pengendara harus mengurangi laju kendaraanya. Dengan begitu arus kendaraan tersendat macet truk-truk pengangkut bersusah payah menghindari lubang jalan. Kerusakan jalan merata. Tidak hanya jalan nasional saja, tapi juga ruas jalan di kabupaten.

Ketua DPD Partai Gerindra Jawa Tengah, Abdul Wachid, mengaku prihatin dengan kondisi sejumlah ruas jalan utama di jalur pantai utara (pantura) yang mengalami kerusakan dan tergenang banjir.

BACA JUGA:  Bupati Tangerang Buka Festival Ramadan CSR Sinar Mas Land

Wachid juga menyesalkan sikap Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo yang kurang memperhatikan wilayahnya. Padahal masyarakat mulai dari para supir hingga pengguna jalan lainnya sudah mengeluhkan kondisi tersebut sejak lama.

“Sikap Ganjar selaku gubernur Jateng dalam melihat persoalan tersebut kurang responsif. Jangan hanya tebar pesona, rakyatmu kebanjiran, kelaparan para supir menangis tidak punya penghasilan. Mana janjimu Mas Ganjar,” sindirnya, Jumat (03/03/2023).

Ketika melihat kondisi tersebut ia dan segenap jajaran partainya turun langsung untuk turut membantu meringankan penderitaan para pengguna jalan khususnya para supir yang terimbas kerusakan jalan pantura.

“Partai Gerindra Jateng siang tadi langsung turun ke lapangan, kami sedikit memberi bantuan nasi bungkus untuk mengganjal perut para supir dan kernet dari Juana sampai Lasem Rembang,” ungkapnya.

BACA JUGA:  Ditreskrimum Polda Banten Ringkus Dua Pelaku Perdagangan Orang Modus Lowongan Kerja Restoran

Diketahui ada puluhan kilometer jalan milik Provinsi Jawa Tengah (Jateng) tercatat rusak. Jalan rusak ini paling banyak berada di wilayah Kabupaten Grobogan hingga Blora sepanjang sekitar 50 km. (red1)