KORANPELITA.CO – Pemerintah Kabupaten Demak bersama Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Jawa Tengah memperkuat komitmen perang melawan narkoba melalui gerakan Aksi Sinergi P4GN Optimal Lintas Sektor Aksi Nasional Anti Narkotika Dimulai dari Anak (Ananda Bersinar).
Gerakan tersebut menjadi upaya bersama untuk membangun ketahanan anak dan remaja agar memiliki lingkungan tumbuh yang sehat serta terbebas dari penyalahgunaan narkotika.
Kegiatan rapat koordinasi komitmen bersama Forkopimda itu berlangsung di Gedung Gradhika Bina Praja Demak, Selasa (23/6/2026), dengan menghadirkan Kepala BNN Provinsi Jawa Tengah Brigjen Agus Rahmat, Bupati Demak Eisti’anah, jajaran Forkopimda, organisasi masyarakat, OPD, serta berbagai unsur masyarakat.
Brigjen Agus Rahmat mengatakan, tantangan penyalahgunaan narkoba saat ini semakin kompleks. Berdasarkan hasil survei BNN dan BIN, prevalensi penyalahgunaan narkoba secara nasional mencapai 2,11 persen atau sekitar 4,1 juta jiwa penduduk usia 15 hingga 64 tahun.
Sedangkan di Jawa Tengah, angka prevalensi tercatat sebesar 1,30 persen atau sekitar 195.081 jiwa.
“Angka tersebut menunjukkan bahwa persoalan narkoba masih menjadi perhatian bersama. Bahkan angka sebenarnya di masyarakat bisa lebih besar karena tidak seluruh pengguna maupun jaringan peredaran berhasil terungkap,” ujar Agus.
Ia menjelaskan, strategi pemberantasan narkoba harus dilakukan secara menyeluruh, tidak hanya mengandalkan penindakan hukum, tetapi juga memperkuat pencegahan dan rehabilitasi.
Menurutnya, anak-anak dan generasi muda menjadi kelompok yang harus mendapatkan perlindungan sejak dini. Karena itu, program Ananda Bersinar diarahkan untuk membangun kesadaran bahaya narkoba mulai dari lingkungan keluarga hingga pendidikan.
“Mulai dari sekolah dasar, SMP, SMA, bahkan perguruan tinggi harus diberikan pemahaman tentang bahaya narkoba. Jangan sampai bonus demografi Indonesia justru rusak karena penyalahgunaan narkoba,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Agus juga menyampaikan bahwa Kabupaten Demak masuk dalam peringkat delapan besar pengungkapan kasus narkoba di Jawa Tengah dari 35 kabupaten/kota.
Menurutnya, kondisi tersebut memiliki dua sisi. Di satu sisi menunjukkan keberhasilan aparat dalam mengungkap kasus, namun di sisi lain menjadi pengingat bahwa ancaman narkoba masih ada di tengah masyarakat.
“Ini menjadi prestasi karena Demak aktif memberantas narkoba, tetapi juga menunjukkan bahwa persoalan narkoba masih harus terus ditangani bersama,” ungkapnya.
BNN, lanjut Agus, akan terus mendorong sinergi dengan pemerintah daerah, lembaga pendidikan, dunia usaha, komunitas, media, dan tokoh agama melalui konsep pentahelix.
Kolaborasi tersebut diharapkan mampu memperkuat pencegahan, memberikan edukasi, serta mempercepat penanganan terhadap masyarakat yang membutuhkan rehabilitasi.
Sementara itu, Bupati Demak Eisti’anah menyampaikan dukungan terhadap berbagai program pencegahan narkoba yang dilakukan bersama BNN.
Pemkab Demak, kata dia, juga tengah merencanakan pembangunan Rumah Sakit Psikiatri yang nantinya diharapkan dapat mendukung layanan rehabilitasi dan penanganan masyarakat dengan gangguan kejiwaan.
“Kalau masyarakat membutuhkan rehabilitasi, harus kita rangkul. Pemerintah harus hadir memberikan solusi,” ujar Eisti’anah.
Ia menjelaskan, rencana tersebut masih dalam tahap pembahasan, terutama terkait kesiapan lahan dan anggaran.
Saat ini, Kabupaten Demak telah memiliki layanan poli jiwa, namun belum memiliki fasilitas bangsal khusus untuk perawatan dan rehabilitasi.
“Kami berharap rencana ini bisa segera diwujudkan sehingga masyarakat Demak tidak harus selalu dirujuk ke luar daerah,” katanya.
Bupati menambahkan, pemerintah daerah terus melakukan sinergi bersama aparat dalam mengantisipasi peredaran narkoba. Salah satu wilayah yang menjadi perhatian adalah Kecamatan Mranggen.
“Kami terus bersinergi untuk menemukan dan menghapus peredaran narkoba di Demak,” ucapnya.
Selain peredaran narkoba konvensional, BNN juga mengingatkan masyarakat terhadap munculnya narkotika jenis baru atau New Psychoactive Substances (NPS).
Agus Rahmat menyebut, beberapa jenis narkotika baru mulai disalahgunakan melalui rokok elektrik atau vape, termasuk zat sintetis yang memiliki efek seperti narkotika.
Ia berharap masyarakat semakin waspada terhadap perkembangan modus penyalahgunaan narkoba, khususnya yang menyasar anak-anak dan remaja.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan penandatanganan komitmen bersama antara BNN, Forkopimda Demak, Bakesbangpol, OPD, organisasi masyarakat, serta para pemangku kepentingan sebagai bentuk dukungan terhadap percepatan program Ananda Bersinar. (Nungky)



