Gunung Berapi Semeru Kembali Muntahkan Lahar Dingin

Tangkapan layar sebuah truk penambang pasir diterjang lahar dingin Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jatim, Jumat (24/3). (Foto dok. ANTARA/HO-Medsos)

LUMAJANG, koranpelita.co – Banjir lahar Gunung Semeru kembali mengalir ke beberapa sungai di sekitarnya akibat hujan yang deras dengan intensitas tinggi pada Jumat (24/03/2023).

Informasi yang diterima bahwa banjir lahar Semeru mengalir ke Sungai Curah Kobokan dan Sungai Leprak di Lumajang, Jawa Timur.

Lahar Gunung Semeru mengalir setelah petugas setempat merekam 21 kali letusan gunung berapi Semeru dan satu kali gempa tektonik lokal.

Petugas dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang mengimbau agar warga meningkatkan kewaspadaan karena status Gunung Semeru masih ‘level 3 atau siaga’.

“Jika terjadi hujan di Gunung Semeru bisa mengakibatkan banjir lahar Gunung Semeru. Status Gunung Semeru masih level 3 atau siaga,” ujar Kepala BPBD kabupaten Lumajang Patria Dwi Hastiadi dalam keterangannya yang dirilis, Jumat (24/03/2023).

BACA JUGA:  Perang Iran - Amerika : Sangat berbahaya, Krisis Energi

Penduduk sekitar diminta agar tidak beraktivitas dalam radius 13 kilometer dari puncak Gunung Semeru serta menjauhi wilayah sejauh 500 meter dari pinggiran sungai yang dialiri banjir lahar Semeru.

Ia menjelaskan di Desa Sumberwuluh yang terdampak banjir lahar dingin Semeru sebanyak 15 Kepala Keluarga, sedangkan di Desa Jugosari sebanyak 138 KK. Warga Dusun Sumberlangsep di Desa Jugosari terisolir namun tidak berkenan dilakukan evakuasi.

“Kami mengimbau masyarakat untuk mematuhi rekomendasi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) seiring dengan status Gunung Semeru pada level III atau siaga,” tandasnya

Gunung Semeru termasuk gunung berapi tertinggi di Pulau Jawa dan berada dalam kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru. (red1)

BACA JUGA:  Analisis (Telematika) Wafatnya Pemimpin Iran dan Prediksi (Perang) Kedepan