Bekasi, koranpelita.co – Sulitnya pencetakan Kartu Tanda Penduduk Elektronik (e-KTP) di setiap kecamatan dikeluhkan warga.
Jiovano Nahampun adalah salah satunya. Warga pindahan dari Kecamatan Tambun Selatan ini menuturkan kesulitannya membuat e-KTP di tempat tinggalnya yang baru, yakni di wilayah Kecamatan Cibitung.
“Sampai saat ini KTP saya belum jadi. Alasannya blankonya belum ada,” kata dia.
BACA JUGA : Ini Pesan Pj Bupati Bekasi saat Pimpin Upacara Hari Perhubungan Nasional ke-52
Hal senada disampaikan beberapa warga lainnya. Kepada Koran Pelita, Junizar, Prima dan Mama Dika, menyebut bahwa e-KTP sangatlah penting sebagai data administrasi.
“Misalnya ketika mau membuka rekening di bank, membuat SIM, hingga mendaftarkan diri menjadi panitia pemilu yang kesemuanya itu membutuhkan e-KTP,” imbuh dia.
“Seharusnya pemerintah melakukan upaya yang pasti soal sulitnya membuat e-KTP. Kalau memang karena blankonya kosong, apa langkahnya (pemerintah) supaya terpenuhi. Jangan diam saja, masalah dibiarkan berlarut-larut,” ujar Prima.
“Betul, karena itu (e-KTP) kan menyangkut kepentingan masyarakat. Jangan seakan-akan dipersulit lah dengan alasan yang tidak logis,” timpal Mama Dika kesal.
Dikonfirmasi Koran Pelita, Kasie Publikasi Kecamatan Cibitung, Ika Pemanasari, mengatakan kalau distribusi blanko dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) memang terbatas.
“Ketersediaan blanko minim. Jadi kalau dibandingkan dengan jumlah permohonan di Kecamatan Cibitung angkanya agak jomplang,” ungkap dia.
Menurut Ika, jika dirata-ratakan, pasokan blanko per minggunya hanya sekitar 50 pcs. “Sedangkan jumlah pemohon bisa di atas 80 orang per hari. Kadang bisa mencapai 100 orang. Untuk yang rekaman saja sekitar 45-50an per harinya,” ucapnya menjelaskan.
Ika menduga, atas kelangkaan blanko e-KTP ini, adalah karena pemerintah mau mengalihkannya ke KTP digital. (Red).



