Jual Beli Tanah Bantaran Kali CBL PJT II Unit Wilayah I Diduga Terima Pembayaran Per Kubikasi

Bekasi – Lagi-lagi jual beli tanah bantaran kali yang menjadi ajang bisnis sejumlah oknum Pejabat Perum Jasa Tirta (PJT) II Unit Wilayah I, yang diduga bekerjasama dengan para pemilik modal dan armada dump truk. Hal itu pula diketahui tanpa ada larangan dan pengawasan.

Ribuan Kubik tanah bantaran kali Cikarang Bekasi Laut (CBL), yang berlokasi di wilayah Desa Muara Bakti Kecamatan Babelan Kabupaten Bekasi, dijual dengan bandrol Rp450 Ribu per truk dengan kapasitas Tujuh Kubik.

Seperti yang diketahui, salah satu pengelola galian yang tidak ingin disebutkan namanya mengaku, setiap tanah bantaran kali CBL yang diangkut untuk diperjual belikan, pihaknya sudah mendapatkan izin dari General Manager (GM) PJT II Unit Wilayah I John Rico.

“Saya sudah ikutin sesuai ijin bang, saya bayar ijin perkubikasi,”ujar salah satu pengelola galian CBL kepada koranpelita.co melalui pesan singkat WhatApp beberapa waktu lalu.

Dirinya pun mengaku, setiap per Kubikasinya dirinya sudah membayar kepada pihak PJT II melalui Bank BRI dengan cara transfer.

“Abang apa urusannya yang jelas saya sudah ada kontrak bang, kalo abang mau pertanyakan, tanyakan saja sama tirta II, gitu bang, yang jelas saya sudah punya kontrak gitu,”ujar melalui pesan suara WhatsApp.

Dirinya menambahkan, bahwa pada lembaran ke Dua tertulis disitu galian tanah boncos, tanyakan saja sama tirta yang mengeluarkan izin, “yang jelas saya sudah punya izin gitu saja bang,”kelitnya.

Menanggapi hal itu, General Manager (GM) Unit Wilayah I PJT II John Rico, ketika diwawancarai melalui telfoun selulernya menampik semua apa yang telah di utarakan salah satu pengelola galian tersebut. Sekalipun tertera tanda tangan dan stampel GM Unit Wilayah I yang disebut-sebut perjanjian kontrak. Surat Perjanjian Pemanfaatan Tanah Eks. Galian Lumpur (Tanah Boncos).

Caption Foto : Dokumen yang disebut-sebut sebagai kontrak dan izin penggalian tanah bantaran kali CBL untuk di perjual belikan.

“Bawa orang tersebut yang mengaku telah memberi ke saya, ya bawa dan tanya transferannya, bawa orang tersebut biar sama-sama di wawancarai,”jawab pesan singkat WhatsApp GM Unit Wilayah I John Rico.

Ketika ditanya terkait dokumen yang dikirimkan koranpelita.co pihaknya menjawab, kontrak ini ijin, ada setoran kontrak, berarti dokumennya anda anggap bodong?.

“Ya bawa dokumen tersebut dan bawa Toleng kan, konfrontir dengan saya ini dokumen dan tambahan Toleng, Dokumen bodong? DanĀ  Toleng?,”tandasnya.

Saya di wawancara untuk konfrontir hayo, tapi karna menyikapi orang yang memberikan ya wajiblah di konfrontir, dokumen yang diragukan bisa di klarifikasi dengan Asmen Usaha yaitu Pak Ali. (Fal)