4.000 Hektare Tambak Bekasi Disiapkan, Puluhan Ribu Pekerja Dibutuhkan

Para nelayan disisir pantau utara Jawa Barat,Kabupaten Bekasi melakukan kegiatan seharii-hari yaitu melaut. 

Bekasi, koranpelita.co – Proyek Strategis Nasional (PSN) seperti revitalisasi Kawasan Tambak Pantai Utara (Pantura) Jawa Barat di Kabupaten Bekasi sudah memasuki tahap verifikasi.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bekasi, Endin Samsudin mengatakan, Pemkab Bekasi menyiapkan keterlibatan sejumlah perangkat daerah dalam tim terpadu sebagai langkah awal pembentukan satuan tugas (Satgas) khusus untuk mendukung kelancaran program tersebut.

“Program revitalisasi Pantura Jawa Barat sudah memasuki tahap verifikasi. Tugas tim terpadu ini melibatkan sejumlah perangkat daerah terkait. Selanjutnya, akan dibentuk Satgas untuk mendukung pelaksanaannya,” ujarnya Rabu, (04/11/2026).

Menurut Sekda, kehadiran Program Strategis Nasional (PSN) berupa revitalisasi Pantura Jabar menjadi peluang emas yang harus dimanfaatkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Bekasi, khususnya melalui penciptaan lapangan kerja.

Berdasarkan perencanaan, kawasan revitalisasi tambak di Kabupaten Bekasi mencakup sekitar 4.000 hektare lebih area tambak aktif. Pengembangan kawasan tersebut diproyeksikan membutuhkan tenaga kerja dalam jumlah besar sehingga berpotensi membantu mengurangi angka pengangguran di Kabupaten Bekasi.

BACA JUGA:  Lantik 154 Kades, Bupati Asep Tekankan Amanah dan Integritas

“Karena memang kawasan yang akan dikembangkan cukup luas yaitu sekitar 4.000 hektare lebih. Kebutuhan tenaga kerjanya diperkirakan mencapai puluhan ribu. Ini menjadi peluang yang harus kita manfaatkan untuk kepentingan masyarakat,” ungkapnya.

Dukungan terhadap program tersebut juga disampaikan Camat Muaragembong, Sukarmawan. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menyambut dan mendukung pelaksanaan revitalisasi tambak agar setiap tahapan pembangunan dapat berjalan dengan baik.

“Proyek strategis nasional revitalisasi tambak Pantura ini sudah di depan mata dan akan segera dilaksanakan. Mari kita dukung bersama agar seluruh tahapan pembangunan berjalan lancar,” ungkapnya.

Sukarmawan menilai, pengembangan kawasan tambak aktif seluas lebih dari 4.000 hektare merupakan peluang besar bagi masyarakat, terutama warga di wilayah pesisir yang berpotensi terlibat langsung dalam kegiatan pembangunan maupun operasional kawasan.

BACA JUGA:  DPMD Bekasi Dorong Perluasan e-Voting Pilkades

Ia juga mengingatkan kepala desa agar mempersiapkan kualitas sumber daya manusia masyarakat sejak dini. Sebab, program tersebut diproyeksikan membuka peluang ribuan lapangan kerja di Kabupaten Bekasi.

“Jangan sampai peluang ini disia-siakan. Masyarakat harus mempersiapkan diri dan meningkatkan kemampuan agar bisa mengambil bagian dalam program revitalisasi tambak ini,” ungkapnya.

Melalui keterlibatan perangkat daerah dalam tim terpadu dan rencana pembentukan Satgas, Pemkab Bekasi berharap pelaksanaan program dapat berjalan terkoordinasi sekaligus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya dalam membuka lapangan pekerjaan dan meningkatkan produktivitas sektor perikanan.

Sebagai informasi, program revitalisasi tambak Pantura merupakan bagian dari Proyek Strategis Nasional yang berfokus pada penataan dan pengembangan kawasan budidaya perikanan, dengan sektor kelautan dan perikanan sebagai leading sector melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

Program ini dirancang untuk menyelesaikan dua persoalan krusial di koridor utara, diantaranya mitigasi kerusakan ekologi pesisir (abrasi dan degradasi lingkungan) serta optimalisasi kawasan ekonomi perikanan atau tambak produktif.

BACA JUGA:  Kades Sopian Siapkan Gebrakan 100 Hari Kerja, Pelayanan Desa Tridayasakti Bakal Serba Digital

Program ini diarahkan untuk meningkatkan produktivitas tambak, memperkuat sektor perikanan budidaya, serta mendorong pertumbuhan ekonomi dan penyerapan tenaga kerja di kawasan pesisir.

Program revitalisasi tambak Pantura Jawa Barat ini mencakup 4 wilayah kabupaten yakni Kabupaten Bekasi, Karawang, Subang, dan Indramayu. Pengembangan kawasan tersebut diharapkan mampu meningkatkan produktivitas sektor perikanan budidaya, memperkuat ekonomi masyarakat pesisir, serta membuka peluang lapangan kerja baru. ( D nu).