Kades Sopian Siapkan Gebrakan 100 Hari Kerja, Pelayanan Desa Tridayasakti Bakal Serba Digital

Kepala Desa Tridayasakti, Sopian, S.E. menyiapkan program 100 hari kerja dengan fokus digitalisasi pelayanan publik dan pembenahan administrasi pemerintahan desa.

Bekasi, koranpelita.co – Kepala Desa Tridayasakti, Sopian. S.E, langsung menyiapkan gebrakan setelah resmi dilantik Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja. Dalam 100 hari kerja pertama, ia membidik digitalisasi pelayanan publik agar warga bisa mengurus administrasi desa lebih cepat, bahkan tanpa harus datang ke kantor desa.

Tak hanya itu, Sopian juga menyiapkan pembenahan infrastruktur, transparansi anggaran, hingga penataan lingkungan kantor desa. Program jangka panjangnya bahkan menyasar pembangunan SMP Negeri dan SMA Negeri serta peningkatan layanan Puskesmas hingga 24 jam.

Salah satu program unggulan yang tengah disiapkan adalah layanan surat pengantar elektronik (e-pengantar). Melalui sistem tersebut, warga nantinya dapat mengajukan dokumen dari rumah secara online, mulai dari tingkat RT/RW hingga diproses pemerintah desa.

“Pada 100 hari kerja pertama, kami berupaya memberikan pelayanan kepada masyarakat secara cepat dan mudah melalui sistem digitalisasi terpadu yang sedang dipersiapkan oleh teman-teman IT desa,” kata Sopian, Rabu (4/11/2026).

BACA JUGA:  Ungkap Motif dan Aktor Intelektual Penyadapan terhadap Presiden Prabowo Subianto

Sistem digital itu diharapkan memangkas birokrasi pelayanan sekaligus mengurangi kebutuhan warga datang langsung ke kantor desa. Pemerintah desa juga tengah menyiapkan aplikasi informasi untuk membuka akses masyarakat terhadap pendapatan, alokasi, dan penggunaan anggaran desa.

Di sektor infrastruktur, Sopian menyoroti persoalan drainase yang dinilai membutuhkan pembenahan. Terutama saluran air di sisi kiri dan kanan jalan sekitar kantor desa yang perlu ditata untuk mengantisipasi genangan saat hujan.

Pembangunan akan dilakukan bertahap dengan menyesuaikan kemampuan anggaran, termasuk program yang direncanakan dalam tahun anggaran 2027.

Tak berhenti di situ, Sopian juga ingin memperjuangkan kehadiran SMP Negeri dan SMA Negeri di Tridayasakti. Menurutnya, selama puluhan tahun wilayah tersebut belum memiliki kedua fasilitas pendidikan negeri tersebut.

BACA JUGA:  Pemkot Tangsel Gandeng BSI, Pilar Dorong Pemberdayaan Ekonomi Guru Majelis Taklim

“Selama puluhan tahun, Tridayasakti belum memiliki SMP Negeri maupun SMA Negeri. Ke depan, kami ingin berupaya mewujudkan keberadaan sekolah negeri agar masyarakat memiliki akses pendidikan yang lebih dekat dan mudah,” ujarnya.

Sementara di bidang kesehatan, pemerintah desa akan berkoordinasi dengan Puskesmas Tridayasakti untuk mendorong peningkatan jangkauan pelayanan. Sopian berharap ke depan tersedia layanan hingga 24 jam atau pengembangan fasilitas rawat inap sesuai kebutuhan masyarakat dan ketentuan yang berlaku.

Untuk mendukung seluruh agenda tersebut, Sopian menegaskan pentingnya sinergi dengan Badan Permusyawaratan Desa (BPD), perangkat desa, RT/RW, serta berbagai elemen masyarakat.

“Desa dapat berjalan dengan baik apabila pemerintah desa bersinergi dengan BPD dan seluruh lembaga yang ada. Setiap kebijakan perlu dikomunikasikan agar tercipta sinkronisasi dan kerja sama dalam membangun Desa Tridayasakti,” tuturnya.

BACA JUGA:  Lantik 154 Kades, Bupati Asep Tekankan Amanah dan Integritas

Kini, tantangan terbesar Sopian adalah membuktikan seluruh rencana tersebut melalui hasil nyata. Seratus hari pertama akan menjadi ujian awal, terutama dalam menghadirkan pelayanan digital yang benar-benar memudahkan warga, bukan sekadar melahirkan aplikasi baru. (Dodo.Z).