Jakarta, Koranpelita.co – Kejaksaan Agung kembali “obok-obok” dugaan korupsi yang terjadi di sektor pertambangan. Kali ini terkait dengan kegiatan penambangan batubara oleh PT CCM di Kabupaten Nunukan, Provinsi Kalimantan Utara periode tahun 2013-2025
Guna mengumpulkan alat bukti dari dugaan korupsi yang terjadi selama 12 tahun. Kejaksaan Agung melalui Tim penyidik pidana khusus menggeledah tiga lokasi yaitu satu di Jakarta dan dua di luar Jakarta pada Rabu (23/09/2026)
“Untuk lokasi di Jakarta yang digeledah Tim penyidik pidsus Kejagung yaitu kantor PT CCM beralamat di Jalan Cikini Raya Nomor 78, Jakarta,” ungkap Kapuspenkum Kejaksaan Agung Anang Supriatna dalam keterangannya, Kamis (24/09/2026).
Adapun, kata Anang, dua lokasi lainnya di luar Jakarta yaitu rumah mantan Kepala Daerah yang beralamat di Kabupaten Nunukan dan rumah mantan Kepala Dinas Provinsi yang beralamat di Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara.
Anang mengungkapkan Tim penyidik dalam penggeledahan di tiga lokasi tersebut menemukan dan sekaligus melakukan penyitaan terhadap sejumlah dokumen dan barang bukti elektronik.
“Tindakan penggeledahan dalam tahap penyidikan tersebut dilakukan secara profesional, transparan dan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang- undangan,” ujarnya.(yadi)
- Geger Kasus Penyadapan Presiden, Pengamat: Ada yang “Kebelet” Jadi Presiden Tanpa Pemilu - 08/11/2026
- Data Abadi Febrie Bukan Gertakan, Kejagung Bongkar dan Usut Kasus Baru Penambangan Nikel Ilegal - 06/11/2026
- Kasus Tambang Batubara PT CCM, Kejagung Periksa Empat Saksi dan Geledah Hotel di Nunukan - 05/11/2026



