FPRB Demak Bentuk Kepengurusan Baru 2026-2028

KORANPELITA.CO – Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Kabupaten Demak membentuk susunan kepengurusan baru untuk periode 2026-2028. Forum yang beranggotakan berbagai unsur organisasi, komunitas, dan relawan kemanusiaan tersebut juga menyusun sejumlah program kerja untuk memperkuat upaya pengurangan risiko bencana di Kabupaten Demak.

Rapat penyusunan kepengurusan dan program kerja tersebut berlangsung di Hotel Amantis Demak, Kamis (17/9/2026).

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Demak, Agus Sukiyono, melalui Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Demak, Rezki Sulistyanto, mengatakan FPRB merupakan wadah yang mempertemukan berbagai unsur pemangku kepentingan dalam upaya pengurangan risiko bencana.

Menurutnya, FPRB tidak hanya berperan ketika bencana terjadi, tetapi memiliki fungsi penting pada tahap prabencana.

“FPRB bukan merupakan organisasi yang hanya bergerak ketika terjadi bencana. Namun memiliki peran penting terutama pada tahap prabencana melalui penguatan kapasitas, peningkatan kesadaran, mitigasi, kesiapsiagaan, dan pengurangan kerentanan masyarakat,” kata Rezki.

Ia menjelaskan, keberadaan FPRB diharapkan mampu meningkatkan koordinasi antarpemangku kepentingan dalam pengurangan risiko bencana.

Selain itu, forum tersebut juga diarahkan untuk membangun kesadaran masyarakat, meningkatkan kapasitas dan kesiapsiagaan, mendorong keterlibatan masyarakat dalam penanggulangan bencana, serta mengintegrasikan pengurangan risiko bencana ke dalam perencanaan pembangunan.

BACA JUGA:  Ditlantas Polda Banten Panen Jagung 3 Ha, Wujud Nyata Polri Dukung Ketahanan Pangan

“FPRB juga menjadi ruang untuk membangun jejaring dan kemitraan antara pemerintah, masyarakat, dunia usaha, akademisi, media, serta berbagai unsur lainnya,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua FPRB Demak, Budi Krisyanto, mengatakan pembentukan kepengurusan baru menjadi bagian dari upaya memperkuat peran forum dalam menjalankan program pengurangan risiko bencana di Kabupaten Demak.

“Hari ini kita bentuk susunan organisasi yang baru periode 2026-2028. Ke depan komunitas kita bisa sukses dan lancar,” ujar Budi.

Dalam rapat tersebut, pengurus juga menyusun sejumlah rencana program kerja yang terbagi dalam beberapa bidang.

Pada Bidang Advokasi dan Kebijakan, program yang direncanakan meliputi advokasi regulasi pengurangan risiko bencana dari tingkat kabupaten hingga desa, pengawalan APBD dan APBDes untuk kegiatan pengurangan risiko bencana, edukasi masyarakat terkait pencegahan alih fungsi lahan yang berpotensi menimbulkan bencana, serta advokasi dan edukasi desa tangguh bencana.

Sementara Bidang Kelembagaan memiliki program jangka pendek berupa penguatan sekretariat, penyusunan AD/ART, serta pengesahan dan pelantikan Forum PRB. Untuk jangka menengah direncanakan rapat koordinasi setiap tiga bulan, penguatan sertifikasi kelembagaan, dan peningkatan kapasitas Tim Reaksi Cepat (TRC). Sedangkan program jangka panjang diarahkan pada pelaksanaan jambore relawan.

BACA JUGA:  Komisi VIII DPR RI Apresiasi Pemkab Tangerang Atas Layanan Jemaah Haji

Pada Bidang Informasi dan Komunikasi, FPRB menyiapkan program “Demak Siaga Informasi”. Program ini diarahkan untuk membangun dan mengaktifkan media informasi FPRB sebagai sarana penyampaian informasi, edukasi, sosialisasi, serta imbauan terkait kebencanaan kepada masyarakat.

Penyebaran informasi akan dilakukan melalui media sosial FPRB, kerja sama pemberitaan dengan media, talkshow radio, serta pembangunan jaringan informasi kebencanaan desa.

FPRB juga merencanakan program Cek Fakta Informasi Bencana untuk membantu memastikan informasi yang beredar telah terverifikasi sekaligus menangkal hoaks yang berpotensi menimbulkan kepanikan masyarakat.

Selain itu, program edukasi dan pelatihan kebencanaan akan terus dikembangkan melalui Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) dan masyarakat aman bencana. Edukasi tersebut dapat dilakukan melalui sosialisasi di sekolah maupun masyarakat serta pembuatan konten sederhana berupa poster, infografis, dan video mengenai kesiapsiagaan menghadapi banjir, rob, kekeringan, angin kencang, dan berbagai potensi bencana lainnya.

FPRB juga akan menghimpun dokumentasi dan database kejadian bencana serta kegiatan forum sebagai bahan evaluasi dan informasi publik.

Adapun prioritas awal Bidang Informasi dan Komunikasi meliputi penguatan media informasi FPRB, jaringan komunikasi relawan, desa dan pengurus FPRB, edukasi kebencanaan melalui media sosial maupun latihan literasi, serta penguatan dokumentasi dan database kebencanaan.

BACA JUGA:  Gebrak Demak Titip Lima Aspirasi Buruh Soal RUU Perlindungan Tenaga Kerja

Sementara Bidang Kerja Sama dan Partisipasi akan menjalankan pemetaan stakeholder dan database kemitraan, penyusunan nota kesepahaman (MoU), serta forum “Ngopi Bareng” bersama media dan komunitas sebagai program jangka pendek.

Untuk jangka panjang, bidang tersebut menyiapkan program CSR berbasis pengurangan risiko bencana, pembentukan mitra edukasi, serta pusat partisipasi relawan.

Diketahui, sebanyak 38 orang tergabung dalam kepengurusan FPRB Demak periode 2026-2028. Mereka merupakan perwakilan dari berbagai organisasi, organisasi kemasyarakatan (ormas), komunitas, serta relawan kemanusiaan yang ada di Kabupaten Demak.

Dengan kepengurusan baru dan sejumlah program yang telah disusun, FPRB Demak diharapkan tidak hanya hadir saat bencana terjadi, tetapi juga aktif membangun kesadaran, memperkuat kesiapsiagaan, dan mendorong masyarakat agar semakin tangguh menghadapi berbagai risiko bencana. (Nungki)