Depok. Koranpelita.co – Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, mendorong generasi muda untuk aktif merekam kekayaan budaya lokal dan menceritakan identitas Indonesia ke panggung Internasional melalui media film, Pesan tersebut disampaikan saat menghadiri puncak penganugerahan Indonesian Students Movie Awards (ISMA) Vol. 10 di SMA Islam Dian Didaktika, Depok, Jawa Barat, Senin (24/8/2026).
Perhelatan tahun ini menandai satu dekade perjalanan ISMA (2016–2026) dalam merawat dan menumbuhkan talenta sineas muda Indonesia. Mengusung tema “Depth of Potential”, ISMA Vol. 10 berhasil menghimpun 186 karya dari pelajar di 20 provinsi, menambah deretan portofolio festival yang selama sepuluh tahun ini telah mengumpulkan lebih dari 1.000 karya film pelajar skala nasional. Seluruh rangkaian kegiatan ini didukung penuh oleh Dana Indonesia Raya sebagai wujud dukungan pendanaan negara terhadap ekspresi budaya generasi muda. Momen berharga ini juga ditandai dengan penandatanganan prasasti peringatan satu dekade ISMA oleh Menteri Kebudayaan.
Dalam arahannya, Menbud Fadli Zon menegaskan bahwa film adalah media efektif untuk merekam sejarah, menyampaikan gagasan, serta memperkuat identitas bangsa. Beliau juga mengingatkan posisi Indonesia sebagai kekuatan megadiversity kebudayaan dunia sebagaimana diamanatkan dalam UUD 1945 Pasal 32 Ayat 1.
“Film memiliki kekuatan untuk merekam ingatan, menyampaikan gagasan, memperkenalkan identitas, serta menghadirkan beragam ekspresi dan pengalaman masyarakat Indonesia. Gali potensi kalian, temukan perspektif, dan ceritakan Indonesia kepada dunia,” tegas Fadli Zon.
Lahirnya ratusan karya film pelajar dari berbagai pelosok daerah tersebut tak lepas dari sinergi kuat ekosistem pendidikan, mulai dari keberanian ide kritis para siswa, bimbingan guru di sekolah, hingga dukungan orang tua. Ketua Umum Yayasan Dian Didaktika, Prabawati, menegaskan komitmen yayasan untuk terus menjaga keberlanjutan ruang ekspresi kreatif ini.
“Talenta muda membutuhkan ruang, kesempatan, kepercayaan, dan pendampingan agar dapat berkembang secara optimal. ISMA telah menjadi ruang bagi pelajar untuk belajar, berekspresi, dan berkarya melalui film selama satu dekade sejak 2016,” ujar Prabawati.
Puncak acara ditutup dengan penganugerahan piala Garuda Award bagi karya-karya film pelajar terbaik dari kategori Fiksi, Dokumenter, dan Animasi. Penganugerahan ini diharapkan menjadi pijakan penting dalam mencetak generasi baru sineas muda yang siap membawa identitas dan kekayaan budaya Indonesia ke panggung dunia. (Maman/Tim KWRI).



