Diduga Terjadi “Begal Order” di Tembalang, Mitra Grab Berhasil Amankan Penumpangnya

KORANPELITA.CO – Seorang mitra pengemudi Grab Taxi Online di Kota Semarang mengaku mengalami dugaan praktik yang dikenal di kalangan driver sebagai “begal order”. Peristiwa tersebut terjadi pada Rabu, 5 Agustus 2026, sekitar pukul 09.46 WIB, dengan titik penjemputan di parking area BQ Square Tembalang dan tujuan perjalanan ke Main Padel Sultan Agung.

Menurut pengakuan pengemudi, pesanan masuk ke akun Grab miliknya dan ia segera menuju lokasi penjemputan sesuai petunjuk aplikasi. Namun, setibanya di titik jemput, penumpang tidak berada di lokasi sebagaimana mestinya.

‎”Merasa ada kejanggalan, karena lama menunggu di titik penjemputan, saya kemudian menghubungi penumpang melalui fitur panggilan gratis di aplikasi Grab. Dalam percakapan tersebut, penumpang mengaku telah didatangi seseorang yang mengaku sebagai pengemudi Grab yang akan menjemputnya,” ungkap pengemudi Grab yang tidak mau disebutkan namanya, kepada redaktur koranpelita.co, Semarang, Jawa Tengah, Kamis (6/8/2026).

BACA JUGA:  Praperadilannya Disidang 19 Agustus, Febrie Bakal Ungkap Pelanggaran Hukum Acara Pidana di Kasusnya

Pengemudi lalu meminta penumpang mencocokkan identitas pengemudi yang tertera di aplikasi. Setelah dilakukan pengecekan, penumpang mengetahui bahwa pengemudi yang menghubunginya melalui aplikasi adalah mitra yang memang tercatat menerima pesanan.

Menyadari hal tersebut, penumpang memilih membatalkan keberangkatan bersama pengemudi yang lebih dahulu menghampirinya dan memutuskan menunggu pengemudi yang identitasnya sesuai dengan aplikasi Grab. Perjalanan akhirnya berlangsung sesuai pesanan yang tercatat dalam sistem.

Peristiwa ini menimbulkan pertanyaan mengenai bagaimana pihak lain dapat lebih dahulu menemui penumpang, padahal pesanan tercatat diterima oleh akun pengemudi yang berbeda. Di kalangan mitra, fenomena semacam ini dikenal dengan istilah “begal order”. Namun, hingga kini belum terdapat bukti yang memastikan penyebab kejadian tersebut, apakah akibat kesalahan sistem, miskomunikasi, atau adanya tindakan oknum tertentu.

BACA JUGA:  Demak Expo 2026 Kembali Digelar

Sejumlah mitra pengemudi berharap pihak Grab melakukan evaluasi terhadap sistem distribusi order serta menyelidiki setiap laporan dugaan penyimpangan agar tercipta persaingan yang sehat dan rasa aman bagi seluruh mitra maupun penumpang.

‎”Saya berharap pihak Grab dapat melakukan evaluasi dan penyelidikan terkait kejadian ini, agar tidak terjadi lagi kedepannya. Hal ini bisa bahaya bagi nama baik Grab sendiri,” tandasnya.

“Demi keamanan dan kenyamanan tamu, saran saya setiap penumpang harus perhatikan dengan baik profil dari pengemudi yang akan menjemput. Jangan sampai berbeda kendaraan dan salah pengemudi menjemput,” pungkasnya.

Hingga berita ini disusun, redaksi masih berupaya meminta tanggapan resmi dari pihak Grab Indonesia terkait peristiwa tersebut. Apabila telah diperoleh, tanggapan tersebut akan dimuat sebagai bagian dari pemberitaan yang berimbang.

BACA JUGA:  Pertamina EP Jambi Imbau Masyarakat Tidak Beraktivitas di Atas Jalur Pipa Migas Demi Keselamatan Bersama

‎Redaksi masih berupaya memperoleh konfirmasi dari pihak Grab terkait mekanisme pembagian order dan dugaan kejadian yang dialami mitra pengemudi. Tanggapan resmi Grab akan dimuat pada pemberitaan selanjutnya sebagai bagian dari asas keberimbangan. (er/red)