Deklarasi AMKI Bekasi: Saatnya Media Berani, Akurat dan Berintegritas

Jajaran pengurus dan anggota AMKI Kabupaten Bekasi mengikuti deklarasi dan konsolidasi organisasi sebagai langkah awal memperkuat soliditas serta profesionalisme insan media.

KABUPATEN BEKASI, Koranpelita.co — Asosiasi Media Konvergensi Indonesia (AMKI) Kabupaten Bekasi resmi mendeklarasikan keberadaan organisasinya sekaligus menggelar konsolidasi internal di Rumah Makan Mamah, Desa Cipayung, Kecamatan Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi, Selasa (25/8/2026).

Deklarasi tersebut menjadi momentum awal bagi AMKI Kabupaten Bekasi untuk memperkuat soliditas organisasi sekaligus membangun ekosistem media yang profesional, berintegritas dan adaptif terhadap perubahan teknologi informasi.

Seluruh jajaran pengurus AMKI Kabupaten Bekasi hadir dalam kegiatan tersebut. Konsolidasi tidak hanya diarahkan untuk memperkenalkan organisasi, tetapi juga menjadi penegasan bahwa keberadaan AMKI harus memberi manfaat konkret bagi insan media maupun masyarakat.

Ketua AMKI Kabupaten Bekasi, H. Zuli Zulkipli, S.H., mengatakan organisasi yang dipimpinnya tidak boleh berhenti sebagai wadah berkumpul para pelaku media.

Menurut dia, AMKI harus menjadi ruang bersama untuk meningkatkan kapasitas, profesionalisme dan etika insan pers di tengah perubahan lanskap media yang berlangsung sangat cepat.

“AMKI Kabupaten Bekasi harus menjadi rumah bersama bagi para pelaku media konvergensi. Kita ingin membangun organisasi yang solid, profesional, beretika dan tetap menjunjung tinggi fungsi pers sebagai kontrol sosial serta penyampai informasi yang benar kepada masyarakat,” ujar Zuli.

BACA JUGA:  CKG Capai 48 Persen, Pemkot Tangsel Dorong Cakupan Terus Meningkat

Zuli menilai tantangan media saat ini semakin berat. Kemudahan teknologi membuat informasi dapat diproduksi dan disebarluaskan dalam hitungan detik.

Namun, menurutnya, kecepatan tidak boleh mengorbankan prinsip dasar jurnalistik.

“Jangan sampai kecepatan menyampaikan berita mengalahkan akurasi. Media harus hadir memberikan informasi yang mencerdaskan masyarakat, bukan justru menimbulkan keresahan,” tegasnya.

Pernyataan tersebut menjadi penting di tengah derasnya arus informasi digital yang membuat batas antara informasi terverifikasi, opini dan kabar yang belum teruji kerap semakin tipis.

Karena itu, AMKI Kabupaten Bekasi mendorong pengurus dan anggotanya untuk menjadikan verifikasi, keberimbangan serta kepentingan publik sebagai bagian utama dalam menjalankan aktivitas jurnalistik.

Zuli juga mengingatkan agar deklarasi tidak berhenti sebagai agenda seremonial.

Menurut dia, pekerjaan terbesar justru dimulai setelah organisasi resmi dideklarasikan, yakni menyusun program kerja yang mampu menjawab kebutuhan anggota dan perkembangan industri media.

“Setelah deklarasi ini, kita tidak boleh berhenti pada seremoni. Kita harus bergerak, menyusun program kerja dan memberikan manfaat nyata bagi anggota maupun masyarakat Kabupaten Bekasi,” paparnya.

BACA JUGA:  Reskrim Polsek Sepatan Polres Metro Tangerang Kota Amankan Pengedar 8 Paket Sinite

AMKI juga membuka ruang kolaborasi dengan pemerintah daerah, masyarakat, organisasi kemasyarakatan serta berbagai elemen insan pers.

Kerja sama tersebut dinilai penting untuk menciptakan hubungan yang sehat antara media dan berbagai pemangku kepentingan, tanpa menghilangkan fungsi pers sebagai kontrol sosial.

Sekretaris AMKI Kabupaten Bekasi, Efrizal Harahap, S.H., mengatakan langkah berikutnya adalah menggelar Rapat Kerja (Raker) untuk menyusun program kerja masing-masing bidang.

Raker tersebut akan menjadi instrumen untuk menerjemahkan visi organisasi ke dalam program yang lebih konkret dan terukur.

“Setelah menghelat kegiatan deklarasi ini, AMKI Kabupaten Bekasi akan melaksanakan Rapat Kerja (Raker) guna menyusun Program Kerja (Progja) di masing-masing bidang,” kata Efrizal.

Selain konsolidasi internal, AMKI Kabupaten Bekasi juga akan melakukan audiensi dengan unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), instansi pemerintah, pihak swasta hingga perusahaan.

Langkah tersebut diarahkan untuk membangun komunikasi dan sinergitas yang lebih luas.

Efrizal berharap keberadaan AMKI dapat memberikan kontribusi positif bagi pembangunan Kabupaten Bekasi, tanpa mengabaikan tugas dan fungsi jurnalistik sebagai kontrol sosial.

“Kami berharap keberadaan AMKI Kabupaten Bekasi bisa berkontribusi positif buat Kabupaten Bekasi, pada khususnya, namun tidak melepaskan tugas dan fungsi jurnalis dalam menjalankan sosial kontrol. AMKI juga ikut berperan dalam kegiatan-kegiatan sosial,” tandasnya.

BACA JUGA:  Program Bedah Rumah TA 2026 Kota Tangsel Rampung 329 Unit Berhasil Diperbaiki

Deklarasi ini sekaligus menjadi ujian awal bagi AMKI Kabupaten Bekasi. Publik pada akhirnya tidak hanya membutuhkan organisasi media yang aktif membuat agenda, tetapi juga membutuhkan media yang mampu menjaga kredibilitas, keberanian mengawasi kebijakan publik dan konsisten menyajikan informasi yang dapat dipertanggungjawabkan.

Dengan agenda konsolidasi, Raker dan perluasan jejaring, AMKI Kabupaten Bekasi menargetkan organisasi tidak sekadar hadir di tengah dinamika media digital, tetapi mampu menjadi salah satu kekuatan yang ikut mendorong profesionalisme pers dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.