
Bekasi, Koranpelita.co – Bakal calon Kepala Desa Lambangsari, Tuti Elawati, menilai turun langsung menemui masyarakat memiliki makna lebih luas daripada sekadar membangun dukungan politik menjelang Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) 2026.
Menurut Tuti, kegiatan menyambangi warga menjadi ruang untuk mempererat silaturahmi, melihat kondisi lingkungan secara langsung, sekaligus mendengar kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap calon pemimpin desa.
Tuti menyampaikan sedikitnya ada tiga manfaat yang diperoleh dari kegiatan turun langsung ke tengah masyarakat.
Pertama, silaturahmi menjadi sarana memperkuat persaudaraan. Menurut Tuti, hubungan yang terjalin dengan masyarakat tidak seharusnya hanya dibangun ketika momentum Pilkades berlangsung.
“Silaturahmi dapat memperpanjang usia, menambah persaudaraan dan membuka rezeki,” ujar Tuti.
Kedua, pertemuan langsung dengan warga memberikan kesempatan untuk melihat kondisi lingkungan Desa Lambangsari secara lebih nyata. Berbagai persoalan di tingkat lingkungan, menurut dia, tidak cukup hanya diketahui melalui laporan, tetapi perlu dilihat dan didengar secara langsung.
Kondisi tersebut nantinya dapat menjadi bahan dalam menyusun program kerja apabila dirinya mendapat amanah memimpin Desa Lambangsari.
“Dengan turun langsung, kita bisa melihat kondisi di lingkungan desa kita. Itu bisa menjadi dasar untuk menyusun program kerja ke depan,” katanya.
Ketiga, silaturahmi menjadi ruang bagi Tuti untuk mendengar secara langsung keinginan dan harapan masyarakat terhadap sosok pemimpin yang mereka inginkan.
Menurut dia, seorang kepala desa harus memahami kebutuhan masyarakat sebelum menentukan kebijakan dan program pembangunan.
“Mendengar langsung apa yang menjadi keinginan dan harapan masyarakat kepada calon pemimpinnya itu penting. Jangan sampai program yang dibuat justru tidak sesuai dengan kebutuhan warga,” ujarnya.
Pendekatan langsung kepada masyarakat tersebut dinilai Tuti sebagai bagian dari proses memahami persoalan desa dari bawah. Ia ingin setiap gagasan pembangunan nantinya tidak berhenti pada janji politik, tetapi memiliki pijakan pada kondisi dan kebutuhan warga.
Karena itu, ia mengajak tim pemenangan untuk tetap menjaga semangat dalam menjalankan kegiatan silaturahmi dari lingkungan ke lingkungan.
Tuti juga menyampaikan apresiasi kepada para orang tua, keluarga besar, serta seluruh tim pemenangan yang terus memberikan dukungan selama proses pencalonannya.
Ia berharap seluruh langkah yang dilakukan bersama tim mendapat ridho Allah SWT dan diberikan kemudahan hingga tahapan Pilkades selesai.
“Semoga ketulusan dan langkah kaki kita mendapatkan ridho Allah SWT. Semoga diberikan segala kemudahan, tidak ada rasa lelah, beban, atau hal lain yang membuat kita patah semangat,” kata Tuti.
Ia meminta timnya semakin solid dan tetap menjaga semangat ketika hari pemungutan suara semakin dekat.
“Semakin mendekati hari, semakin membara semangat di dada. Berkat dukungan para orang tua, seluruh keluarga besar, dan khususnya teman-teman yang ada di grup tim sukses Tuti Elawati,” ujarnya.
Meski menargetkan kemenangan, Tuti juga mengingatkan bahwa proses Pilkades harus tetap dijalankan dengan cara yang santun dan menghormati masyarakat maupun calon lainnya.
Bagi Tuti, kemenangan bukan hanya persoalan mendapatkan suara terbanyak. Lebih jauh, proses menuju kemenangan harus dibangun melalui kepercayaan, komunikasi, dan kedekatan dengan masyarakat.
Dengan semakin intensnya kegiatan turun langsung ke lingkungan warga, Tuti Elawati dan tim pemenangannya terus memperkuat konsolidasi menjelang Pilkades Lambangsari 2026.
Pada akhirnya, masyarakat memiliki kesempatan untuk menilai setiap calon bukan hanya dari seberapa besar dukungan yang terlihat, tetapi juga dari gagasan, kepedulian, kemampuan memahami persoalan desa, dan komitmen yang ditawarkan untuk masa depan Lambangsari. (Dodo.Z).


