35 Pasien Kronis di Bekasi Jalani Skrining Ketat

Petugas kesehatan Puskesmas Mustikasari melakukan pemeriksaan terhadap pasien hipertensi dan diabetes melalui Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) di Kota Bekasi.

Kota Bekasi, Koranpelita.co – Sebanyak 35 pasien pengidap hipertensi dan diabetes melitus di wilayah kerja Puskesmas Mustikasari, Kota Bekasi, menjalani pemantauan kesehatan secara berkala melalui Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis).

Langkah tersebut dilakukan untuk mendeteksi sedini mungkin risiko komplikasi sekaligus menjaga kondisi pasien agar tetap terkendali. Pemantauan rutin juga diharapkan dapat menekan kebutuhan rujukan ke rumah sakit.

Dalam kegiatan tersebut, pasien tidak hanya menjalani pemeriksaan kondisi fisik. Mereka juga mengikuti serangkaian skrining yang mencakup pemeriksaan kebugaran, evaluasi gizi, hingga pemeriksaan laboratorium klinis.

Pemeriksaan laboratorium dilakukan melalui kerja sama dengan Prodia. Sementara itu, RS Siloam Sepanjang Jaya dilibatkan sebagai jejaring pendukung apabila terdapat pasien yang membutuhkan pemeriksaan atau penanganan medis lebih lanjut.

BACA JUGA:  Tangkal Hoaks di Era AI, Diskominfo Tangsel dan Nahdlatul Ulama Perkuat Literasi Digital

Pola pemantauan seperti ini menjadi bagian penting dalam pengelolaan penyakit kronis. Sebab, hipertensi dan diabetes membutuhkan pengawasan jangka panjang, termasuk kepatuhan terhadap pengobatan dan perubahan gaya hidup.

Kepala Puskesmas Mustikasari, dr. Iis Fatimah, M.K.M., mengatakan intervensi kesehatan tidak berhenti pada pemeriksaan medis.

Menurutnya, perubahan perilaku pasien menjadi salah satu fokus utama dalam pengelolaan penyakit kronis. Pasien didorong untuk lebih disiplin mengonsumsi obat sesuai anjuran serta menerapkan pola hidup sehat di lingkungan keluarga.

Pengawasan secara berkala diperlukan agar kondisi pasien dapat diketahui lebih cepat apabila mengalami perubahan.

Dengan pemantauan yang konsisten, penderita hipertensi dan diabetes diharapkan mampu mengendalikan penyakitnya, mencegah komplikasi, serta tetap menjalani aktivitas secara mandiri dan produktif.

BACA JUGA:  Tangkal Hoaks di Era AI, Diskominfo Tangsel dan Nahdlatul Ulama Perkuat Literasi Digital

Program Prolanis sekaligus menjadi upaya pelayanan kesehatan tingkat pertama untuk memperkuat pencegahan dan pengendalian penyakit kronis sebelum pasien membutuhkan penanganan lebih lanjut di rumah sakit. (Red).