Dulloh Syafe’i Deklarasi Akbar, Serukan Persatuan Warga Sumberjaya Jelang Pilkades

Calon Kepala Desa Sumberjaya Dulloh Syafe’i menyampaikan pernyataan dalam kegiatan Deklarasi Akbar dan Doa Bersama Tim Pemenangan di Lapangan Griya Asri, Desa Sumberjaya, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi.

Tambun Selatan, Koranpelita.co – Tim Pemenangan Dulloh Syafe’i, calon Kepala Desa Sumberjaya, menggelar Deklarasi Akbar dan Doa Bersama di Lapangan Griya Asri, Desa Sumberjaya, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Minggu (09/08/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri warga dan sejumlah elemen masyarakat sebagai bentuk dukungan sekaligus doa bersama untuk menghadapi kontestasi Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Sumberjaya.

Dulloh Syafe’i mengapresiasi kehadiran warga yang mengikuti deklarasi dan doa bersama. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat kebersamaan dan persatuan masyarakat Sumberjaya.

“Saya apresiasi kepada warga yang sudah hadir dan sudah mendoakan kami. Yang hadir hari ini menunjukkan kebersamaan dan persatuan demi Sumberjaya yang lebih baik lagi,” ujar Dulloh Syafe’i.

Dalam kesempatan tersebut, Dulloh Syafe’i menyebut berdasarkan laporan tim pemenangan, dukungan telah bergabung dari 43 RW dari total 58 RW yang ada di Desa Sumberjaya.

“Dari laporan tim, sudah bergabung 43 RW dari 58 RW yang ada di Sumberjaya. Mudah-mudahan ke depannya bertambah lagi,” katanya.

Meski mendapatkan dukungan dari sejumlah wilayah, Dulloh Syafe’i menegaskan tidak ingin mengkotak-kotakkan masyarakat dalam kontestasi Pilkades. Menurutnya, Sumberjaya memiliki masyarakat yang beragam, baik dari sisi suku, agama, ras maupun latar belakang sosial.

“Di Sumberjaya ada banyak suku, agama, ras dan elemen masyarakat, baik dari perumahan maupun perkampungan. Kami tidak akan mengkotak-kotakkan dan tidak akan membeda-bedakan,” tegasnya.

Dulloh menilai keberagaman masyarakat Sumberjaya harus menjadi kekuatan dalam membangun desa. Karena itu, seluruh warga diharapkan tetap menjaga persatuan meski memiliki pilihan politik yang berbeda.

Ia juga mengimbau masyarakat agar menjaga kondusivitas selama tahapan Pilkades berlangsung. Menurutnya, perbedaan pilihan merupakan bagian dari proses demokrasi yang harus dijalani secara dewasa.

“Saya sebagai calon Kepala Desa Sumberjaya mengimbau kepada masyarakat untuk selalu menjaga kondusivitas dan tali persaudaraan dalam demokrasi Desa Sumberjaya,” ujarnya.

Selain berbicara mengenai kontestasi Pilkades, Dulloh Syafe’i juga menyampaikan pandangannya terhadap program pembangunan yang telah berjalan di Desa Sumberjaya.

Ia mengakui sejumlah program desa yang berjalan saat ini sudah menunjukkan perkembangan positif. Karena itu, program yang telah baik menurutnya perlu terus dikawal dan ditingkatkan.

“Saya akui dan saya rasakan sebagai masyarakat Sumberjaya, program-program Desa Sumberjaya yang saat ini sudah mulai baik dan mungkin lebih baik lagi ke depannya,” katanya.

Dulloh menegaskan pembangunan desa tidak bisa hanya mengandalkan satu kelompok atau elemen masyarakat. Dibutuhkan keterlibatan bersama serta rasa tanggung jawab seluruh masyarakat untuk membawa Sumberjaya menjadi lebih baik.

“Tidak semata-mata hanya satu posisi ataupun elemen masyarakat yang punya kemampuan, tapi harus punya dedikasi dan rasa bertanggung jawab untuk memiliki Desa Sumberjaya yang lebih baik lagi ke depan bersama,” tuturnya.

Dulloh Syafe’i berharap momentum Pilkades tidak menjadi pemicu perpecahan di tengah masyarakat. Sebaliknya, pesta demokrasi di Desa Sumberjaya diharapkan dapat menjadi ruang bagi masyarakat untuk menentukan masa depan desa dengan tetap mengedepankan persatuan.

“Harapannya untuk Sumberjaya lebih baik lagi dan berwarna dalam persatuan,” pungkasnya. (Said).