
Tambun Selatan, Koranpelita.co – Calon Kepala Desa Tridayasakti, Sopian, S.E., menawarkan visi pembangunan yang tidak berhenti pada pembangunan fisik. Ia membawa gagasan menjadikan Desa Tridayasakti sebagai desa yang mandiri, transparan, sejahtera, berdaya saing, serta mampu beradaptasi dengan tantangan perkotaan melalui konsep Smart Village dan kolaborasi lintas sektor.
Dalam visi dan misi yang disampaikannya, Sopian menempatkan tata kelola pemerintahan, pendidikan, kesehatan, ekonomi, digitalisasi pelayanan, infrastruktur, lingkungan, kebencanaan hingga keamanan sosial sebagai satu kesatuan agenda pembangunan desa.
Gagasan tersebut muncul dari tantangan Tridayasakti sebagai salah satu wilayah dengan dinamika penduduk yang terus berkembang. Persoalan desa tidak lagi hanya berkutat pada pembangunan jalan atau fasilitas umum, tetapi juga menyangkut akses pendidikan, layanan kesehatan, lapangan kerja, pengelolaan sampah, banjir, keamanan hingga transparansi penggunaan anggaran.
Karena itu, Sopian menawarkan 11 misi utama sebagai kerangka perubahan Desa Tridayasakti.
Dorong Akses SMP dan SMA Negeri
Misi pertama yang diusung Sopian adalah optimalisasi aset desa untuk membuka akses pendidikan negeri melalui skema regrouping.
Gagasan ini diarahkan untuk mendorong terwujudnya SMP dan SMA Negeri di Tridayasakti. Salah satu langkah yang ditawarkan adalah melakukan pemetaan aset tanah desa maupun fasum yang berpotensi digunakan untuk kebutuhan pendidikan.
Selain itu, Sopian juga mendorong komunikasi dengan pemerintah daerah dan pemerintah provinsi terkait kemungkinan regrouping sekolah negeri yang jaraknya berdekatan, termasuk pemanfaatan lahan sekolah dasar yang sudah tidak digunakan apabila memungkinkan secara regulasi.
“Pendidikan merupakan investasi jangka panjang. Desa harus berani memperjuangkan akses pendidikan yang lebih dekat, terjangkau, dan berkualitas bagi anak-anak Tridayasakti,” demikian gagasan yang ditawarkan dalam programnya.
Puskesmas Didorong Naik Status
Di sektor kesehatan, Sopian menargetkan peningkatan status layanan kesehatan desa.
Puskesmas atau Pustu Tridayasakti didorong agar dapat berkembang menjadi fasilitas kesehatan dengan tingkat layanan yang lebih tinggi.
Salah satu opsi yang ditawarkan adalah pemanfaatan aset desa untuk mendukung pembangunan atau pengembangan fasilitas kesehatan.
Selain peningkatan sarana, program tersebut juga diarahkan pada pemenuhan standar pelayanan kesehatan serta penguatan layanan kegawatdaruratan. Kolaborasi dengan Dinas Kesehatan dan BPJS Kesehatan menjadi bagian penting dalam konsep tersebut.
Digitalisasi Pelayanan dan Pemberantasan Pungli
Salah satu agenda yang cukup menonjol adalah digitalisasi layanan administrasi desa.
Sopian mengusung konsep Smart Village dengan membangun Sistem Informasi Desa berbasis website dan aplikasi mobile yang terintegrasi dengan database RT/RW.
Tidak hanya berhenti pada layanan digital, ia juga menawarkan penerapan tanda tangan elektronik tersertifikasi agar pelayanan surat-menyurat dapat dilakukan secara lebih cepat dan aman.
Dengan sistem tersebut, warga diharapkan dapat mengurus dokumen administrasi tanpa harus berulang kali datang ke kantor desa.
Konsep ini juga diarahkan untuk menciptakan pelayanan yang lebih transparan, mengurangi potensi pungutan liar, serta memudahkan masyarakat memantau proses pelayanan.
Balai Desa Didorong Jadi Pusat Ekonomi
Sopian juga menawarkan transformasi balai desa menjadi pusat aktivitas ekonomi lokal.
Melalui konsep inkubator ekonomi lokal, balai desa diharapkan tidak hanya berfungsi sebagai pusat pemerintahan, tetapi juga dapat menjadi ruang tumbuh bagi UMKM dan kegiatan ekonomi masyarakat.
Salah satu gagasannya adalah menyediakan zona kreatif atau pusat jajanan dan kuliner di sekitar kantor desa. Di sisi lain, BUMDes akan didorong menjadi lembaga penggerak ekonomi melalui penyediaan modal, fasilitasi pemasaran digital, pelatihan perizinan, hingga sertifikasi halal.
Program tersebut diarahkan untuk mengubah potensi ekonomi lokal menjadi sumber pendapatan dan lapangan kerja baru.
Janjikan Pemerintahan Terbuka
Transparansi menjadi salah satu isu penting dalam visi Sopian.
Ia menawarkan konsep open data pemerintahan desa, termasuk kewajiban penyampaian informasi APBDes secara terbuka kepada masyarakat.
Dalam gagasannya, informasi pendapatan dan belanja desa harus dapat diketahui masyarakat melalui berbagai saluran. Selain itu, ia juga mendorong penyampaian informasi anggaran dalam setiap musyawarah desa serta penggunaan layar informasi atau dashboard publik di Balai Desa.
Laporan penyelenggaraan pemerintahan desa juga diharapkan dapat dipublikasikan secara berkala melalui media resmi desa.
Jika diterapkan secara konsisten, konsep tersebut dapat memperkuat pengawasan publik sekaligus membangun kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah desa.
Infrastruktur Harus Berbasis Kebutuhan
Sopian juga menyoroti pembangunan infrastruktur yang harus dilakukan berdasarkan skala prioritas dan kebutuhan warga.
Ia menawarkan pemetaan kebutuhan pembangunan melalui data lingkungan dan usulan masyarakat. Dalam pelaksanaannya, kewenangan desa maupun pemerintah daerah akan menjadi pertimbangan agar pembangunan tidak tumpang tindih.
Salah satu gagasan yang ditawarkan adalah pemanfaatan Dana Desa untuk pembangunan infrastruktur yang menjadi kewenangan desa. Sementara pembangunan dengan skala lebih besar dapat diperjuangkan melalui jalur Musrenbang hingga tingkat kabupaten.
Dengan demikian, pembangunan tidak hanya mengandalkan pendekatan proyek, tetapi harus berbasis kebutuhan dan persoalan nyata di lapangan.
BUMDes Jadi Mesin Penciptaan Lapangan Kerja
Pemberdayaan pemuda menjadi salah satu fokus dalam misi ketujuh.
Sopian menawarkan pembukaan unit usaha jasa BUMDes yang diarahkan untuk menciptakan lapangan kerja siap pakai bagi pemuda Tridayasakti.
Sejumlah sektor yang ditawarkan antara lain bengkel otomotif terpadu, layanan AC dan elektronik, car wash, bengkel las, hingga produksi es kristal.
Konsepnya, BUMDes tidak hanya menjadi lembaga administratif, tetapi berkembang menjadi badan usaha yang mampu menciptakan aktivitas ekonomi.
Pemuda yang mengikuti pelatihan teknis juga diharapkan dapat memperoleh sertifikasi dan kesempatan bekerja maupun mengembangkan usaha melalui unit BUMDes.
Membangun Desa Toleran
Di tengah masyarakat yang beragam, Sopian juga memasukkan agenda toleransi dan kerukunan sosial.
Ia menawarkan pembentukan forum kerukunan umat beragama serta pengalokasian anggaran pembinaan kemasyarakatan untuk mendukung kegiatan keagamaan dan sosial.
Menurut konsep yang ditawarkan, desa harus menjadi ruang bersama bagi seluruh warga tanpa membedakan latar belakang.
Penguatan dialog, kegiatan lintas komunitas, serta pencegahan konflik sosial dan radikalisme menjadi bagian dari misi tersebut.
Sampah dan Banjir Jadi Prioritas
Persoalan lingkungan juga mendapat perhatian khusus.
Sopian menawarkan sistem pengelolaan sampah terpadu dengan membangun Tempat Pengelolaan Sampah Reduce, Reuse, Recycle atau TPS3R serta memperkuat peran bank sampah.
Sampah plastik juga diarahkan untuk dapat diolah menjadi produk bernilai ekonomi. Sementara petugas kebersihan akan diperkuat melalui pengelolaan di bawah unit BUMDes.
Selain sampah, persoalan banjir juga masuk dalam agenda khusus.
Sopian mengusulkan pengembangan infrastruktur resapan air, normalisasi saluran, penguatan koordinasi antarlembaga, serta penyusunan sistem peringatan dini dan penanganan bencana.
Ia juga mendorong pembentukan tim tanggap darurat desa yang melibatkan unsur pemerintah, tenaga kesehatan, relawan dan masyarakat.
Keamanan Berbasis Teknologi dan Partisipasi Warga
Misi terakhir yang ditawarkan adalah membangun sistem keamanan lingkungan cerdas.
Konsep Smart Security tersebut diarahkan untuk memperkuat keamanan lingkungan dengan pemanfaatan teknologi, sistem pelaporan cepat, serta penguatan ronda dan partisipasi warga.
Sopian juga menawarkan penguatan koordinasi dengan unsur kepolisian, TNI, BNN, OJK serta tokoh masyarakat.
Namun, keamanan desa tidak hanya dipandang sebagai persoalan kriminalitas. Perlindungan sosial, pencegahan penipuan, penyalahgunaan narkoba hingga keamanan digital juga menjadi bagian dari agenda tersebut.
Dengan visi “Mewujudkan Desa Tridayasakti yang Mandiri, Transparan, Sejahtera, dan Berdaya Saing melalui Tata Kelola Cerdas (Smart Village) dan Kolaborasi Lintas Sektor”, Sopian S.E. menawarkan arah perubahan yang menempatkan tata kelola pemerintahan dan pemberdayaan masyarakat sebagai fondasi utama pembangunan desa. (Dodo.Z).


