
Tambun Selatan, Koranpelita.co – Dukungan terhadap pencalonan Tuti Elawati sebagai calon Kepala Desa Lambangsari periode 2026–2034 terus mengalir. Kali ini, sejumlah tokoh masyarakat Desa Lambangsari menyatakan dukungan penuh terhadap perempuan yang dinilai memiliki komitmen untuk membawa perubahan dan memperkuat pembangunan desa.
Dukungan tersebut menjadi sinyal bahwa kontestasi Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Lambangsari mulai memasuki fase penting. Bukan hanya soal popularitas calon, dukungan dari berbagai elemen masyarakat menunjukkan bahwa kapasitas, rekam jejak, serta gagasan calon mulai menjadi perhatian warga.
Ketua Tim Pemenangan Tuti Elawati, Rosyidi, S.Pd, MM, mengatakan dukungan para tokoh masyarakat merupakan energi penting bagi perjuangan Tuti Elawati dalam menghadapi proses pencalonan Kepala Desa Lambangsari.
“Alhamdulillah, dukungan terus berdatangan dari berbagai tokoh masyarakat. Ini menunjukkan bahwa Ibu Tuti Elawati memiliki tempat di hati masyarakat Lambangsari,” ujar Rosyidi. kepada Koranpelita.co, Sabtu (25/07/2026).
Menurutnya, dukungan tersebut tidak dibangun semata-mata atas kepentingan politik, tetapi lahir dari harapan agar Desa Lambangsari memiliki kepemimpinan yang mampu bekerja secara terbuka, dekat dengan masyarakat, serta memiliki keberanian dalam menjawab berbagai persoalan desa.
Rosyidi menegaskan, dukungan para tokoh masyarakat menjadi bukti bahwa Tuti Elawati tidak berjalan sendiri. Namun, ia juga mengingatkan seluruh pendukung agar tetap menjaga suasana Pilkades tetap aman, damai, tertib, dan bermartabat.
“Kami ingin kontestasi ini menjadi bagian dari proses demokrasi yang sehat. Perbedaan pilihan adalah hal biasa, tetapi persatuan masyarakat harus tetap dijaga,” katanya.
Dalam kontestasi politik tingkat desa, dukungan tokoh masyarakat memiliki arti strategis. Mereka bukan hanya memiliki pengaruh sosial, tetapi juga menjadi bagian penting dalam membangun komunikasi antara calon dan masyarakat.
Rosyidi menyebut, para tokoh masyarakat yang memberikan dukungan kepada Tuti Elawati memiliki satu kesamaan pandangan, yakni pentingnya menghadirkan kepemimpinan desa yang mampu mendengar aspirasi masyarakat dan menerjemahkannya menjadi kebijakan nyata.
“Yang kami perjuangkan adalah bagaimana Desa Lambangsari ke depan bisa lebih maju, pelayanan publiknya semakin baik, pembangunan lebih merata, dan masyarakat dilibatkan dalam proses pembangunan,” ucapnya.
Ia menambahkan, Tuti Elawati juga diharapkan mampu menghadirkan gaya kepemimpinan yang lebih terbuka dan inklusif.
Menurut Rosyidi, kepala desa tidak boleh hanya hadir saat membutuhkan dukungan politik. Sebaliknya, seorang kepala desa harus mampu hadir dalam berbagai persoalan masyarakat.
“Pemimpin desa harus dekat dengan warganya. Masyarakat ingin didengar, dilayani, dan dilibatkan. Itulah yang menjadi semangat kami dalam mendukung Ibu Tuti Elawati,” ujarnya.
Dukungan yang terus mengalir kepada Tuti Elawati juga memperlihatkan adanya ekspektasi besar masyarakat terhadap masa depan Desa Lambangsari.
Masyarakat, kata Rosyidi, membutuhkan pemimpin yang tidak hanya memiliki visi, tetapi juga mampu bekerja dan mengawal program hingga dirasakan langsung manfaatnya.
Karena itu, Tim Pemenangan Tuti Elawati mengklaim akan terus membangun komunikasi dengan masyarakat dari berbagai lapisan.
“Kami tidak ingin hanya berbicara tentang kemenangan. Yang lebih penting adalah bagaimana membangun kepercayaan masyarakat dan menyatukan seluruh elemen Desa Lambangsari,” kata Rosyidi.
Ia menegaskan, proses pencalonan Tuti Elawati akan terus dilakukan dengan mengedepankan politik gagasan dan pendekatan yang santun.
“Dukungan ini menjadi amanah. Kami akan terus bergerak, bersilaturahmi, menyampaikan gagasan, dan mendengarkan aspirasi masyarakat,” pungkasnya.
Dukungan para tokoh masyarakat tersebut menjadi salah satu perkembangan penting dalam dinamika pencalonan Kepala Desa Lambangsari. Kini, publik menanti apakah arus dukungan tersebut akan semakin meluas dan mampu mengantarkan Tuti Elawati menjadi pemimpin baru Desa Lambangsari. (Dodo.Z).


