Warga Mushola Baitut Taubah Rayakan Idul Adha dengan Kurban 2 Sapi dan 10 Kambing

Proses penyembelihan hewan kurban, dipimpin langsung Ustadz Zidney Nuron (kaos hitam kopiah putih), Rabu (27/5).

KORANPELITA.CO – Masyarakat di lingkungan Mushola Baitut Taubah, Kelurahan Debong Lor RT 01 RW 03, Kecamatan Tegal Barat, Kota Tegal, merayakan Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriyah dengan penuh semangat kebersamaan. Perayaan tahun ini ditandai dengan kegiatan penyembelihan hewan kurban yang melibatkan dua ekor sapi dan sepuluh ekor kambing.

Ketua Panitia Pelaksana Kurban, Abdul Khamid, menjelaskan bahwa seluruh hewan kurban yang dikurbankan merupakan sumbangan sukarela dari warga yang berasal dari tiga wilayah kelurahan, yakni Debong Lor, Debong Kulon, dan Debong Tengah.

“Panitia pelaksana terdiri dari perwakilan sepuluh Kepala Keluarga dari Debong Lor serta sejumlah warga dari kelurahan sekitar yang ingin berbagi keberkahan di tempat ini. Proses penyembelihan hewan kurban sendiri dipimpin langsung oleh Ustadz Zidney Nuron sesuai syariat yang berlaku,” ungkap Abdul Khamid, Rabu (27/5/2026).

BACA JUGA:  PTPN IV Regional IV Potong 7 Sapi 3 Kambing Kurban 

Ia menambahkan, jumlah hewan kurban yang cukup besar tahun ini bertujuan untuk memperluas jangkauan pembagian rezeki, sehingga lebih banyak warga yang membutuhkan dapat merasakan manfaatnya.

Pembagian daging kurban dilakukan secara tertib dan adil dengan rincian: 65 paket untuk warga Debong Lor, 72 paket untuk warga Debong Tengah, serta 59 paket untuk warga Debong Kulon. Selain itu, sebanyak 210 paket diserahkan kepada para sokhibul kurban, dan sisanya dibagikan sebagai paket umum bagi warga sekitar.

Suasana perayaan Idul Adha di tiga kelurahan tersebut berlangsung hangat dan penuh kebahagiaan, mencerminkan tingginya nilai gotong royong dan kepedulian sosial. Warga bahu-membahu membantu mulai dari proses penyembelihan, pengolahan, hingga pendistribusian daging, guna memastikan setiap penerima mendapatkan bagian yang layak.

BACA JUGA:  Ultah Nasywa Syadni Dipenuhi Kehangatan Sahabat

Lebih dari sekadar ibadah, momen ini juga menjadi ajang mempererat silaturahmi. Warga berkumpul, berdoa bersama, dan memperkuat tali persaudaraan antarsesama. Menurut Abdul Khamid, nilai kebersamaan inilah yang menjadi inti dari pelaksanaan kurban.

“Kurban ini bukan hanya soal menjalankan ritual ibadah tahunan, tetapi sarana untuk mempererat hubungan kekeluargaan antarwarga. Semangat berbagi inilah yang ingin kami jaga,” tegasnya.

Kegiatan ini juga melibatkan berbagai elemen masyarakat, di mana para pemuda tampak berperan aktif memastikan kelancaran seluruh rangkaian acara. Hal ini menunjukkan bahwa nilai-nilai kebersamaan dan gotong royong masih tertanam kuat di kalangan generasi muda.

Abdul Khamid berharap semangat berbagi dan kebersamaan ini terus terjaga dan tumbuh di tengah masyarakat. “Semoga tradisi kurban ini senantiasa menjadi momen yang bermakna, tidak hanya seremonial, tetapi benar-benar memperkuat kepedulian sosial, dan bisa terus berlanjut dari tahun ke tahun,” tambahnya.

BACA JUGA:  Permudah Penyaluran Bantuan, BRI Kuala Tungkal dan Dinsos Tanjab Timur Gunakan Sistem Non Tunai

Di sela-sela kegiatan, Lurah Debong Lor, Agus Mu’min, S.Ap, turut hadir didampingi perangkat kelurahan dan Bhabinkamtibmas setempat. Kehadiran mereka dalam rangka pemantauan dan memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman, tertib, dan lancar hingga selesai. (her)