
Bekasi, Koranpelita.co – Upaya membangun kedekatan antara kepolisian dan masyarakat terus diperkuat jajaran Polsek Cikarang Barat melalui program “Jaga Bekasi On The Spot” yang digelar di Perumahan Telaga Murni RW 08, Desa Telaga Murni, Kecamatan Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, Rabu malam (27/5/2026).
Kegiatan yang berlangsung hangat dan penuh dialog itu menjadi ruang terbuka bagi warga untuk menyampaikan langsung berbagai persoalan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang selama ini meresahkan lingkungan mereka.
Kapolsek Cikarang Barat, KOMPOL Dimmas Adhit Putranto, S.I.K., M.I.K., hadir langsung bersama jajaran anggota dan berdiskusi dengan sekitar 30 warga yang mengikuti kegiatan hingga malam hari.
Dalam forum tersebut, warga tidak hanya menyampaikan apresiasi kepada kepolisian, tetapi juga melontarkan kritik dan keresahan terkait maraknya pinjaman online ilegal, knalpot brong, penyalahgunaan narkoba, tawuran remaja, hingga penyebaran hoaks di media sosial.
Ketua RW 08, Triana, S.Kom., mengatakan kehadiran polisi di tengah masyarakat memberikan rasa aman sekaligus menjadi motivasi bagi warga untuk kembali menghidupkan budaya ronda malam melalui Poskamling.
“Ini bukan sekadar pertemuan biasa. Warga merasa didengar dan diperhatikan. Kami berharap Poskamling yang diresmikan malam ini benar-benar menjadi benteng keamanan lingkungan,” ujarnya.
Hal serupa disampaikan Kepala Dusun 4, Wisnu Kusuma, S.T. Menurutnya, komunikasi langsung antara aparat dan masyarakat penting untuk mencegah potensi gangguan keamanan sejak dini.
Sementara itu, Kapolsek Cikarang Barat KOMPOL Dimmas Adhit Putranto menegaskan bahwa keamanan lingkungan tidak bisa hanya dibebankan kepada polisi semata, melainkan membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat.
Ia mengingatkan bahwa kasus pencurian kendaraan bermotor masih menjadi ancaman serius di wilayah Cikarang Barat. Karena itu, warga diminta meningkatkan kewaspadaan, termasuk memasang kunci ganda dan mengaktifkan kembali sistem keamanan lingkungan.
“Jangan memberi ruang kepada pelaku kejahatan. Satkamling harus hidup kembali. Kalau lingkungan aktif menjaga, potensi kriminalitas bisa ditekan,” tegasnya.
Kapolsek juga menyoroti pentingnya pengawasan orang tua terhadap anak-anak, terutama untuk mencegah keterlibatan remaja dalam aksi tawuran dan pergaulan negatif.
Menurutnya, perkembangan media sosial yang tidak terkontrol turut memicu munculnya konflik antarkelompok remaja hingga penyebaran informasi palsu yang memancing keresahan masyarakat.
“Peran keluarga sangat penting. Jangan sampai anak-anak terlibat tawuran, narkoba, atau aktivitas yang melanggar hukum. Pengawasan harus diperkuat,” katanya.
Dalam sesi dialog interaktif, sejumlah warga juga menyoroti kemacetan di kawasan putaran Hitachi, minimnya penerangan jalan, serta kebisingan akibat penggunaan knalpot brong yang dinilai mengganggu kenyamanan masyarakat pada malam hari.
Menanggapi berbagai keluhan tersebut, Kapolsek memastikan seluruh masukan warga akan menjadi bahan evaluasi dan tindak lanjut kepolisian bersama unsur tiga pilar.
Ia juga menegaskan komitmen pihaknya untuk terus melakukan patroli rutin, operasi knalpot brong, hingga penindakan terhadap pelaku penyalahgunaan narkoba.
“Kami ingin masyarakat tidak takut melapor. Informasi sekecil apa pun sangat membantu kepolisian dalam menjaga keamanan wilayah,” ungkapnya.
Dalam kesempatan itu, Kapolsek turut mengingatkan masyarakat agar memanfaatkan layanan Call Center 110 apabila menemukan tindak kriminal atau situasi darurat yang membutuhkan penanganan cepat dari kepolisian.
Kegiatan kemudian ditutup dengan penyerahan sarana kontak dan peresmian Poskamling RW 08 sebagai simbol penguatan kolaborasi antara polisi dan masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan.
Acara berlangsung aman, tertib, dan penuh keakraban hingga selesai sekitar pukul 21.45 WIB. (D.Z).


