
Bekasi, Proaksinews — Memperingati Hari Bumi yang jatuh pada 22 April 2026, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bekasi bersama Kawasan Industri Megalopolis Manunggal Industrial Development (MM2100) melakukan penanaman 1.000 pohon di kawasan tersebut yang dipusatkan di Jalan Irian VI, Desa Jatiwangi, Kecamatan Cikarang Barat pada Rabu (22/04/2026).
Kegiatan ini dinilai sebagai langkah konkret dunia industri dalam mendukung pelestarian lingkungan dan peningkatan kualitas ruang terbuka hijau.
Humas DLH Kabupaten Bekasi, DediDedi Kurniawan, menyampaikan bahwa dalam kegiatan tersebut telah ditanam sebanyak 1.000 pohon dari jenis mahoni dan tabebuya. Penanaman dilakukan di lahan seluas kurang lebih 10 hektare yang berada di kawasan MM2100 dan berbatasan langsung dengan sempadan Kali Cikarang.
“Ini merupakan salah satu bentuk peringatan Hari Bumi. Di kawasan MM2100 sudah ditanam sekitar seribu pohon jenis mahoni dan tabebuya di lahan yang cukup luas dan memiliki potensi lingkungan yang baik,” ujar Dedi.
Ia menjelaskan, lahan tersebut merupakan milik pengelola kawasan industri yang nantinya akan dikapling dan diserahkan kepada para tenant untuk dikelola, termasuk dalam hal perawatan dan penanaman lanjutan pohon. Dengan demikian, keberlanjutan penghijauan di kawasan industri dapat terus terjaga melalui keterlibatan para pelaku usaha.
Menurut Dedi, DLH Kabupaten Bekasi memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif pihak industri dalam mendukung upaya penghijauan. Pasalnya, kebutuhan akan lahan yang dapat ditanami pohon saat ini semakin penting untuk menjaga keseimbangan lingkungan.
“Kami sangat mengapresiasi langkah dari pihak industri, karena memang saat ini kita membutuhkan lebih banyak lahan yang bisa ditanami pohon untuk menjaga kualitas lingkungan,” katanya.
Selain di kawasan MM2100, DLH Kabupaten Bekasi juga telah menjalankan program serupa di sejumlah lokasi lain, termasuk di kawasan industri Jawa Barat. Program tersebut mengusung konsep perlindungan bumi yang tidak hanya berfokus pada udara dan air, tetapi juga pada tanah sebagai bagian penting dari ekosistem.
DLH, lanjut Dedi, berkomitmen untuk terus mendorong terciptanya ekosistem yang sehat melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk sektor industri. Upaya ini diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang lebih baik dan berkelanjutan bagi masyarakat.
“Intinya, kami tetap konsen bagaimana membentuk ekosistem yang sehat demi lingkungan yang kita tempati bersama,” tandasnya. (D nu).


