
Jakarta, Koranpelita co – Kepolisian Negara Republik Indonesia menyiagakan Satuan Tugas (Satgas) Humas untuk mendukung kelancaran arus mudik Lebaran 2026 melalui pelaksanaan Operasi Ketupat 2026.
Kesiapan tersebut ditandai dengan apel Satgas Humas Polri guna memastikan informasi terkait kondisi lalu lintas, rekayasa jalan, hingga layanan mudik tersampaikan secara cepat dan akurat kepada masyarakat.
Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Johnny Eddizon Isir menegaskan bahwa peran humas menjadi bagian penting dalam memastikan masyarakat memperoleh informasi yang jelas selama masa mudik.
“Humas Polri harus memastikan masyarakat mendapatkan informasi yang cepat dan terpercaya terkait kondisi arus mudik, rekayasa lalu lintas, serta layanan yang disiapkan aparat,” ujarnya, Rabu (11/3/2026).
Berdasarkan proyeksi pemerintah, pergerakan masyarakat selama musim mudik Lebaran tahun ini diperkirakan mencapai 143 juta orang atau sekitar 50,2 persen dari populasi Indonesia.
Untuk mengamankan arus mudik tersebut, Polri bersama TNI dan berbagai instansi terkait akan melaksanakan Operasi Ketupat 2026 pada 13–25 Maret 2026.
Sebanyak 389.681 personel gabungan diterjunkan di seluruh wilayah Indonesia.
Polri juga menyiapkan 2.756 pos pengamanan yang terdiri dari pos pengamanan, pos pelayanan, dan pos terpadu di jalur-jalur strategis mudik.
Selain itu, aparat mengamankan 185.544 objek vital, termasuk masjid, lokasi Salat Idul Fitri, pusat perbelanjaan, terminal, pelabuhan, stasiun, hingga bandara.
Polri juga menyiapkan rekayasa lalu lintas seperti contraflow dan sistem one way untuk mengurai kemacetan.
Berdasarkan analisis kepolisian, puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada 13 dan 17 Maret 2026, sementara puncak arus balik pada 24 dan 28 Maret 2026.
Selain pengamanan jalur transportasi, polisi juga meningkatkan patroli di kawasan permukiman guna mencegah kriminalitas saat rumah warga ditinggalkan mudik. (Red).


