Kota Bekasi, Koranpelita.co— Pemerintah Kota Bekasi mencatat lonjakan signifikan dalam kinerja pelayanan publik. Dalam penilaian nasional terbaru, Kota Bekasi berhasil menembus peringkat ke-6 terbaik secara nasional, sekaligus masuk tiga besar di Provinsi Jawa Barat.
Capaian ini bukan sekadar angka statistik. Di tengah ketatnya persaingan antar daerah, Bekasi mampu melampaui sejumlah kota besar yang selama ini dikenal memiliki sistem pelayanan publik lebih mapan dan modern.
Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, menegaskan bahwa hasil tersebut merupakan buah dari konsolidasi birokrasi dan dorongan reformasi pelayanan yang terus dilakukan dalam beberapa tahun terakhir.
“Ini bukan hasil instan. Ini kerja kolektif seluruh perangkat daerah yang terus mendorong perbaikan layanan secara nyata,” ujar Tri, Senin (30/3/2026).
Namun demikian, Tri menolak larut dalam euforia. Ia justru mengingatkan bahwa posisi enam besar nasional harus menjadi alarm untuk bekerja lebih keras, bukan berpuas diri.
“Target kita bukan berhenti di enam besar. Kita harus berani pasang target jadi nomor satu nasional. Itu harga mati,” tegasnya.
Menurutnya, kualitas pelayanan publik kini menjadi indikator utama kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah. Oleh karena itu, perbaikan tidak hanya menyasar aspek administratif, tetapi juga menyentuh pengalaman langsung masyarakat dalam mengakses layanan.
Tri menekankan tiga kunci utama yang harus terus diperkuat: kecepatan layanan, kemudahan akses, dan transparansi proses. Ia juga mendorong inovasi berbasis digital agar pelayanan semakin efisien dan minim birokrasi berbelit.
“Pelayanan publik itu soal rasa. Kalau masyarakat masih merasa ribet, berarti kita belum berhasil,” katanya.
Capaian ini sekaligus mematahkan stigma lama yang kerap melekat pada daerah penyangga ibu kota. Bekasi kini mulai menunjukkan diri sebagai kota dengan daya saing tinggi, khususnya dalam tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik.
Ke depan, Pemkot Bekasi berkomitmen memperluas inovasi layanan, memperkuat integrasi sistem digital, serta meningkatkan kapasitas aparatur sipil negara (ASN) agar lebih adaptif dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Momentum ini juga dinilai sebagai titik krusial. Jika mampu menjaga konsistensi dan mempercepat reformasi, Bekasi berpeluang besar tidak hanya naik peringkat, tetapi juga menjadi role model pelayanan publik di tingkat nasional. (Red).
- Rayakan Hardiknas 2026, Anak-anak di Telaga Asih Gelar Bersih-bersih Lingkungan - 04/05/2026
- Wagub Abdullah Sani Tutup Pekan Budaya Sarolangun, Tekankan Budaya Sebagai Solusi Global - 04/05/2026
- Ketua DPRD Cianjur: Hari Kebebasan Pers Sedunia Momentum Perkuat Demokrasi dan Integritas Informasi - 03/05/2026



