Bekasi, Koranpelita co – Puluhan anak anak siswa sekolah dasar yang bertempat tinggal di lingkungan RT 007 RW 001, Kelurahan Telaga Asih, Kecamatan Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, mengisi peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) sekaligus mengkampanyekan program Bebersih Sekolah yang akan dilaksanakan pada bulan Juni ini. Dengan kantong dan Perlengkapan Kebersihan lainnya, mereka membersihkan dan memungut sampah di sepanjang gang dan selokan sekitar rumah pada Minggu (03/05/2024).
Kegiatan yang digagas oleh Joko Suseno Ketua World clean up day (WCD) ini bertujuan menanamkan kesadaran peduli lingkungan sejak dini. “Generasi cerdas adalah generasi yang peduli lingkungan. Kami ingin anak-anak belajar bahwa menjaga kebersihan adalah bagian dari pendidikan karakter,” ujar joko yang juga ketua RT setempat.
Namun, di balik semangat anak-anak itu, Ketua WCD Kabupaten Bekasi Joko Suseno, melontarkan kritiknya terhadap kebijakan pemerintah dalam penanganan sampah. Menurutnya, pemerintah masih setengah-setengah dalam mengelola sampah dari hulu ke hilir, sehingga target Indonesia bebas sampah sulit tercapai.
“Selama ini pendekatan yang dilakukan pemerintah cenderung sumber-angkut-TPA. Padahal, seharusnya pemerintah lebih mengedepankan pengelolaan di sumbernya, bukan semata berakhir di TPA,” kata Jo Suseno.
Joko juga menekankan, pengelolaan sampah perlu diperbanyak di tingkat sumber, khususnya di level RT. Sampah organik, yang mencapai porsi besar, harus dikelola menjadi kompos atau pakan maggot di setiap rumah tangga. “Sampah residu yang benar-benar tidak dapat diolah baru dikirim ke TPA. Perbanyak pengelolaan sampah di sumbernya, di tingkatan RT. Satu RT perlu punya tempat pengelolaan sampah organik sendiri,” tegasnya.
Menurut Joko, jika setiap RT mampu mengelola sampah organiknya, volume sampah yang diangkut ke TPA bisa berkurang drastis. “Anak-anak kita sudah bergerak. Pemerintah jangan cuma menggugat, tetapi bergeraklah dari hulu dengan serius,” pungkasnya.
Aksi bersih-bersih yang diikuti anak-anak tersebut berlangsung dengan semangat. Mereka memisahkan sampah yang dikumpulkan ke dalam dua karung: sampah organik dan residu. Sampah organik rencananya akan diolah menjadi pupuk di lingkungan RT setempat. (Hrs).
- Rayakan Hardiknas 2026, Anak-anak di Telaga Asih Gelar Bersih-bersih Lingkungan - 04/05/2026
- Wagub Abdullah Sani Tutup Pekan Budaya Sarolangun, Tekankan Budaya Sebagai Solusi Global - 04/05/2026
- Ketua DPRD Cianjur: Hari Kebebasan Pers Sedunia Momentum Perkuat Demokrasi dan Integritas Informasi - 03/05/2026



