‎Pengamat Menilai Ambisi PSI di 2029 Tidak Realistis dan Terlalu Jumawa

KORANPELITA.CO – Ambisi PSI untuk merebut kota-kota besar dan wilayah baru seperti Bali, DKI Jakarta, hingga Papua Tengah tidak realistis jika melihat kekuatan elektoral partai tersebut saat ini. Hal itu yang dikatakan pengamat politik sekaligus Direktur Political and Public Policy Studies (P3S), Jerry Massie, dalam diskusi daring (webinar), Jakarta, Selasa (3/2/2026).

‎Jerry juga melontarkan kritik keras terhadap langkah politik Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang dinilainya terlalu jumawa dalam menargetkan perebutan sejumlah wilayah strategis pada Pemilu mendatang.

‎“PSI ini terlalu jumawa. Bali itu cuma satu dapil DPR RI, sementara di dalamnya ada delapan kabupaten/kota. Itu berat sekali. Kaesang boleh semangat, tapi secara politik ini seperti semut mau mengangkat anak gajah,” ujarnya lagi.

BACA JUGA:  Kejagung Geledah di Pekanbaru dan Medan Pasca Penetapan Tersangka Kasus POME

‎Dirinya menilai klaim PSI untuk menantang partai-partai besar terkesan sebagai ambisi konyol yang tidak disertai perhitungan matang. Jerry menyarankan PSI untuk lebih realistis dengan menempatkan diri sejajar dengan partai-partai menengah dan kecil lainnya.

‎“Kalau mau menantang partai raksasa, pikir-pikir dulu. Kecuali PSI mau bersaing dengan PKS, itu pun masih berat,” tambahnya.

‎Ia juga menyoroti peluang PSI untuk lolos ambang batas parlemen 4 persen yang menurutnya sangat sulit dicapai. Ia mengungkapkan bahwa meski ada wacana dari sejumlah lembaga agar parliamentary threshold diturunkan menjadi 3 persen, usulan tersebut hampir pasti ditolak partai-partai besar.

‎“Bahkan ada wacana threshold dinaikkan menjadi 7 persen. Jadi peluang PSI makin kecil,” bebernya.

BACA JUGA:  BNNP Sumatera Barat Tangkap Pengedar Narkoba di Padang, Sita 2,8 Kg Sabu

‎Lebih lanjut, ia menilai strategi PSI sejatinya menempatkan partai tersebut pada level yang sama dengan Perindo, Partai Buruh, Partai Ummat, dan PPP. Namun, Jerry justru mengaku lebih optimistis terhadap peluang PPP dibanding PSI.

‎“PSI memang suaranya nyaring, tapi elektoral itu soal angka, bukan sekadar narasi. Saya lebih optimis PPP lolos ke parlemen ketimbang PSI,” tandasnya. (red/er)