Kualatungkal,koranpelita.co – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Kuala Tungkal menggelar peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW 27 Rajab 1447 Hijriah di Masjid At-Taubah Lapas Kuala Tungkal, Selasa (03/02/2026).
Kegiatan keagamaan ini mengusung tema “Cahaya Iman di Tengah Proses Pembinaan” sebagai upaya memperkuat nilai spiritual bagi warga binaan.
Peringatan Isra Mi’raj tersebut dihadiri oleh jajaran pegawai Lapas, peserta magang, lima orang penyuluh dari Kementerian Agama Kabupaten Tanjung Jabung Barat, serta sekitar 450 warga binaan. Acara diawali dengan doa bersama, dilanjutkan pembacaan ayat suci Al-Qur’an dan sari tilawah yang dibawakan oleh peserta magang. Suasana khidmat dan penuh kekhusyukan terasa sejak awal kegiatan.
Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan laporan ketua panitia yang disampaikan oleh Kepala Seksi Pembinaan Narapidana dan Kegiatan Kerja (Kasi Binadik dan Giatja), Ali Sodikin. Selanjutnya, Kepala Lapas Kuala Tungkal, Iwan Darmawan, menyampaikan sambutan sekaligus membuka kegiatan secara resmi.
Dalam sambutannya, Iwan Darmawan menekankan pentingnya peringatan Isra Mi’raj sebagai momentum untuk merefleksikan nilai-nilai spiritual, khususnya bagi warga binaan yang tengah menjalani proses pembinaan. Menurutnya, kegiatan keagamaan memiliki peran strategis dalam membentuk karakter dan kesadaran diri.
“Kami berharap peringatan Isra Mi’raj ini dapat menjadi sarana untuk memperkuat iman dan ketakwaan, sekaligus memotivasi warga binaan agar menjalani proses pembinaan dengan penuh kesadaran dan keikhlasan,” ujar Iwan Darmawan.
Usai sambutan, suasana semakin semarak dengan penampilan tim hadrah Lapas Kuala Tungkal yang melantunkan shalawat Nabi, menambah nuansa religius dan kebersamaan di tengah rangkaian acara.
Puncak kegiatan diisi dengan tausiah yang disampaikan oleh Ustaz Fahrudin Nur. Dalam ceramahnya, ia menegaskan bahwa peristiwa Isra Mi’raj bukan sekadar perjalanan spiritual Nabi Muhammad SAW, melainkan juga mengandung pelajaran penting tentang kewajiban dan makna salat sebagai tiang agama.
“Salat adalah cahaya yang akan menuntun kehidupan kita, bahkan di tengah keterbatasan sekalipun. Jadikan salat sebagai pegangan hidup dan sumber kekuatan dalam menjalani setiap proses,” pesan Ustaz Fahrudin.
Kegiatan peringatan Isra Mi’raj ini ditutup dengan doa bersama, sebagai bentuk harapan agar seluruh peserta mendapatkan keberkahan serta mampu mengamalkan nilai-nilai keimanan dalam kehidupan sehari-hari. Melalui kegiatan ini, Lapas Kuala Tungkal berkomitmen terus menghadirkan pembinaan kepribadian yang seimbang antara aspek mental, moral, dan spiritual bagi warga binaan. (kp).



