KORANPELITA.CO – Berita heboh Bandara IMIP Morowali di Sulawesi Tengah ternyata dikelolah bukan oleh pemerintah Indonesia tetapi asing.
Publci policy (kebijakan publik) selama 10 tahun presiden Jokowi memimpin Indonesia banyak di luar nalar dan irasional.

”Hanya orang kurang waras membuat bandara tapi tak dikelolah negara, tak ada bea cukai dan imigrasi,” kata Direktur Political and Public Policy Studies (P3S) Jerry Massie melalui sambungan selulernya, Jakarta, Rabu (26/11/2025).
Menurut Jerry, bandara ilegal ini eksistensinya memang ajaib tak ada bea cukai. Saya yakin bandara ini jadi tempat illegal market and black market, serta economic underground. Jadi ekspor dan impor produk loka dan asing tak ada yang mengatur.
”Saya yakin, ini jadi tempat penyeludupan barang ilegal dan manusia dari Cina. Keimigrasian harus turun tangan dan ada inspeksi di lapangan harus memeriksa semua dokumen orang asing di Indonesia,” tegasnya.
”Jangan-jangan hasil rampokan SDA kita dikirim lewat bandara ilegal ini,” pungkas Jerry mempertanyakan.
”Pengelolah disana harus diperiksa baik oleh Gubernur dan Bupati Morowali, tak mungkin mereka tak mengetahui aktivitas bandara ilegal ini,” imbuhnya lagi.
Jerry pun mempertanyakan soal masalah pembelian tanah bandara tersebut apakah dibayar asing ke Indonesia dan pertanyaan saya dibayar kepada siapa?
Tercatat banyak WNA dari Cina masuk tak jelas dokumennya, buktinya ada perampok emas di Kalimantan Barat WNA Cina bisa beroperasi.
Belum lagi kata Jerry, terkait travel asing di Bali dan sejumlah daerah lain. Jadi warga China langsung membeli tiket dan hotel di travel ini, jadi kita hanya dapat sampah saja. Inilah bagian kecil skandal Jokowi selama 10 tahun memimpin Indonesia.
”Saya salut langkah Prabowo melalui Menteri Pertahanan Jenderal TNI (Purn) Syafrie Syamsuddin yang memerintahkan membongkar bandara ilegal ini,” kata Jerry.
Bayangkan saja, ujar dia, bandara ini telah beroperasi sejak 2019, berapa rupiah kerugian negara akibat bandara palsu ini bahkan bisa jadi tempat ini dijadikan perdagangan manusia dan obat terlarang.
”Sekali lagi, saya berharap presiden Prabowo usut tuntas permasalahan ini,” tandasnya. (er)



