Warga Keluhkan Air Gatal dan Bau, DLH Bekasi Turun Tangan Lakukan Pemeriksaan

Tim gabungan DLH Kota Bekasi melakukan verifikasi lapangan usai menerima laporan warga terkait bau tidak sedap dan keluhan gatal-gatal akibat dugaan pencemaran air.

Kota Bekasi, koranpelita.co – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bekasi merespons cepat pengaduan masyarakat terkait dugaan pencemaran lingkungan yang terjadi di wilayah Kelurahan Bojong Menteng, Kecamatan Rawalumbu.

Pengaduan tersebut bermula dari laporan warga dan pemberitaan media online mengenai saluran drainase yang mengeluarkan bau tidak sedap dan air sumur menimbulkan dampak gatal-gatal pada kulit, yang diduga berasal dari air limbah kegiatan Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG).

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Bekasi Kiswatiningsih mengungkapkan, saat verifikasi lapangan diketahui bahwa air limbah domestik yang bersumber dari cucian peralatan masak dan makan ditampung kedalam biotank yang sudah kedap air, selanjutnya air limbah yang sudah ditampung dilakukan penyedotan dengan menggunakan jasa penyedotan air limbah.

BACA JUGA:  Bupati Anwar Sadat Resmi Mulai Pendataan DTSEN 2026, Perkuat Akurasi Data Bantuan Sosial

Sebagai tindak lanjut, DLH Kota Bekasi bersama UPTD Laboratorium Lingkungan Hidup (LAB LH) turun langsung ke lapangan untuk melakukan pemeriksaan dan pengambilan sampel di beberapa titik, meliputi saluran pembuangan air limbah yang bersumber dari cucian peralatan masak dan makan, serta sumber air baku yang berasal dari air tanah (jet pump).

Langkah ini dilakukan untuk mengetahui sumber pencemaran dan menilai tingkat kualitas air, guna menentukan langkah penanganan lebih lanjut.

DLH Kota Bekasi menegaskan komitmennya dalam menindaklanjuti setiap pengaduan masyarakat secara transparan dan akuntabel, serta mengedepankan kolaborasi lintas sektor dalam menjaga kualitas lingkungan di Kota Bekasi. (Hrs).

Redaktur 2
Latest posts by Redaktur 2 (see all)