
Bekasi, koranpelita.co – Tukang Sayur, Oti yang setiap hari mangkal di depan ruko mengatakan, kejadian mobil masuk ke selokan pekerjaan drainase sekitar jam 3 dini hari.
” Sekitar jam 3, bang. Mobil lewat nyemplung ke parit galian,”katanya kemaren.
Dirinya menjelaskan, di sepanjang jalan tidak ada rambu-rambu atau himbauan sehingga si pengguna jalan bisa tergelincir ke parit.
“Ia sepanjang jalan ga ada rambu-rambu, asal gali mereka asal Naruh tanah dan di tinggal,”katanya.
Hal senada juga dikatakan, Purwoko, bahwa pembangunan drainase itu pekerjaannya dilaksanakan asal. Pasalnya, ketika menaruh tanah berantakan ke tengah jalan, hal itu mengganggu pengguna jalan yang melintas.
Dirinya, menanyakan apakah tidak ada pengawasan dari pihak terkait baik itu Kelurahan, Kecamatan maupun Dinas yang menangani pekerjaan tersebut.
“Mereka itu apa ga ngawasi kegiatan udah ga ada rambu-rambu, tanahnya asal Naruh lagi,”keluhnya.
“Kemana para pemangku kebijakan dan pengawasnya kenapa ga di tegor pemborong seperti itu,” tandasnya.
Seharusnya, karena jalan di sini (jalan bosih-red) ramai aktifitas diberikan rambu-rambu yang benar.
“Ini perlu diviralkan pemborong seperti ini yang tidak baik pekerjaannya, apalagi ga ada teguran dari pihak dinas atau apartur terkait,”sindirnya. Ane.


